Motion
Komunitas CISC Batam Ajak Orang Peduli Bahaya Kanker
Beratnya hari-hari yang harus dilewati para penderita kanker membuat mereka membutuhkan dukungan dan motivasi dari orang lain.
Penulis: Alfandi Simamora |
PENYAKIT kanker merupakan penyakit yang sangat ditakuti oleh semua orang terutama para penderitanya.
Bahkan, tak jarang para penderita sering dihinggapi rasa putus asa untuk melanjutkan hidup mereka dan merasa seolah tak lagi memiliki masa depan.
Beratnya hari-hari yang harus dilewati para penderita kanker membuat mereka membutuhkan dukungan dan motivasi dari orang-orang tercinta juga dukungan dari orang di sekitar mereka.
Hal inilah yang mendorong terbentuknya Komunitas Cancer Information & Support Center (CISC) di Jakarta pada 2003. Setelah berdiri di Jakarta, berselang tujuh tahun kemudian tepatnya 24 Juli 2010, terbentuklah Komunitas CISC di Batam.
Tujuan dibentuknya komunitas CISC ini adalah agar Indonesia peduli Kanker. Sehingga para penderita bisa diberikan motivasi dan dukungan agar bisa tetap hidup sehat. Selain itu, juga bisa bebas kanker dengan mengatasinya sejak dini.
Uniknya, komunitas ini bukan hanya diisi pasien penderita kanker atau istilahnya survivor. Namun, masyarakat yang tidak menderita kanker termasuk para dokter dan direktur-direktur rumah sakit yang ada di Batam juga ikut bergabung dalam komunitas tersebut. Intinya, mereka yang memang peduli dengan penyakit kanker tak ingin tinggal diam.
"Visi kami itu Indonesia bebas kanker dan lebih banyak orang yang peduli dengan kanker," jelas Ketua Komunitas CISC Batam, Bastoni Solihin.
Komunitas CISC Batam ini awalnya beranggotakan hanya sekitar 20 orang lebih saja. Namun hingga memasuki tahun 2018 saat ini sudah beranggotakan sebanyak 60 orang.
"Saat ini kita sudah mempunyai anggota 60 orang lebih, dan untuk pengurusnya ada sekitar 30 orang," tutur pria yang juga pernah menderita kanker kelenjar getah bening ini. (*)
Kunjungi Pasien di Rumah Atau Rumah Sakit
KOMUNITAS CISC Batam ini sering terjun langsung ke lapangan untuk memberikan sosialisasi pada para pasien, baik itu di rumah sakit dan ke rumah pasiennya langsung.
Ada juga pertemuan sekali dalam satu bulan di Base Camp yang berlokasi di Gedung M3G Jalan Yos Sudarso, Batam.
"Kita hanya satu bulan sekali kalau berkumpul di Base Camp, tapi kita sering bertemu di lapangan yakni saat memberikan sosialisasi dan dukungan terhadap pasien di rumah sakit maupun di rumah pasien,"katanya.
Dia juga menyampaikan, untuk dapat bergabung di komunitas ini tidak ada persyaratan apapun, siapapun bisa ikut bergabung asal mempunyai jiwa peduli terhadap sesama dan bisa bekerjasama dalam suka maupun duka.
"Tidak ada persyaratan apapun untuk bisa bergabung kepada kita. Yang penting mempunyai jiwa peduli terhadap sesama dan bisa membantu dan memberikan motivasi,"ungkap Bastoni. (*)
Fasilitasi Berobat ke Luar Batam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/cisc_20180810_214214.jpg)