SEJARAH

Gelombang Panas yang Mematikan Pernah Terjadi Tahun 1911. Banyak yang Tewas

Pada Juli 1911, di sepanjang pantai timur Amerika Serikat, suhu meningkat hingga melebihi 40 derajat celsius dan berlangsung selama 11 hari

Gelombang Panas yang Mematikan Pernah Terjadi Tahun 1911. Banyak yang Tewas
newenglandhistoricalsociety
Gelombang panas yang terjadi Juli 1911 di Amerika Serikat 

TRIBUNBATAM.id -  Pada Juli 1911, di sepanjang pantai timur Amerika Serikat, suhu meningkat hingga melebihi 40 derajat celsius dan berlangsung selama 11 hari.

Selain menewaskan penduduk, peristiwa tersebut membuat banyak orang hampir gila.

Di ujung jalan Pike Street, di Manhattan, seorang pria muda melompat dari dermaga dan terjun ke dalam air setelah berjam-jam mencoba tidur siang di sudut yang teduh.

Baca: Bukan Liga Indonesia, Inilah Liga Impian Bagus Kahfi Jika Nanti Bermain di Klub Profesional

Baca: Partai PAN Tak Dukung Jokowi di Pilpres 2019, Menteri Asman Abnur Akan Diganti?

Baca: MOTOGP 2018 - Posisi di Klasemen MotoGP Terancam Duo Ducati, Begini Reaksi Valentino Rossi

Sebelum melompat, ia berkata: “Aku tak tahan lagi!”.

Sementara itu, di Harlem, seorang buruh yang kepanasan berusaha menabrakkan dirinya di depan kereta dan harus ditahan polisi.

Bain News Service/The Library of Congress
Bain News Service/The Library of Congress ()

Selain membasuh kepala dengan air, warga AS juga sering melompat ke laut atau danau demi menghindari cuaca panas yang menyengat.

Jalanan AS penuh kekerasan. Warga berlarian seperti orang gila karena kepanasan. Salah satu pemabuk bahkan menyerang polisi dengan pisau daging karena tak tahan menahan suhu ekstrem.

Pada zaman di mana belum ada AC dan kipas angin listrik, banyak orang kesulitan bertahan dalam mengatasi panas yang mematikan ini.

Bulan Juni berlalu cukup mudah, namun setelahnya, sapuan udara panas dan kering dari dataran selatan menekan kebahagiaan dari angin laut.

Di Providence, pulau Rhode, suhu meningkat 11 derajat dalam setengah jam.

Halaman
123
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved