Minggu, 12 April 2026

Indonesia Rawan Terpecah-belah, Gatot Nurmantyo: Peristiwa Syria Bisa Terjadi

Gatot Nurmantyo khawatir atas kondisi masyarakat Indonesia yang menurutnya mulai terkotak-kotak

KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN MOZES
Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo saat berkunjung ke kantor Redaksi Kompas.com, Menara Kompas, Jakarta, Senin (23/4/2018). 

TRIBUNBATAM.id - Gatot Nurmantyo khawatir atas kondisi masyarakat Indonesia yang menurutnya mulai terkotak-kotak.

Mantan Panglima TNI itu menilai jika rakyat Indonesia telah terbelah sejak 20 Mei 2014.

Dan kondisi tersebut belum pulih sampai saat ini, menurutnya.

Gatot mengibaratkan, kondisi masyarakat Indonesia ibarat 'lampu kuning'.

Lebih lanjut, Gatot khawatir jika peristiwa di Syiria bisa terjadi di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Gatot melalui kicauan Twitternya, Rabu (29/8/2018).

Berikut ini kicauan lengkap Gatot Nurmantyo.

"Saat ini yg lebih mnjadi kekhawatiran saya, rakyat ini trbelah sejak 20 mei 2014 hingga saat ini. Saat ini rakyat sedang terkotak-kotak. Ini adalah lampu kuning dan sudah mulai ada menggunakan rakyat mengadu dgn rakyat. Saya khawatir peristiwa di Syria bisa trjadi di negara kita," kicau Gatot.

Selain menyampaikan sejumlah pandangannya melalui kicauan, Gatot juga melampirkan video yang memperlihatkan penampilannya saat on air di 'Kabar Petang' TV One.

Kurang lebih sama apa yang disampaikan oleh Gatot dalam kicauan dan video singkat yang diunggahnya.

Namun dalam video tersebut, Gatot melampirkan data-data atas pernyataannya.

Berikut ini transkrip video dari unggahan Gatot.

"Saya menyimak sekarang ini, rakyat ini terbelah sejak 20 Mei 2014, pas Hari Kebangkitan Nasional itu, hari terakhr pendaftaran (Pilpres 2014).

Begitu didaftarkan dua, (rakyat) mulai terbelah, berjalan sampai sekarang pun sama juga terbelah.

Dan yang lebih mengkhawatirkan lagi, kita sama-sama bangga pembukaan Asian Games meriah dan luar biasa.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved