Vladimir Putin Pecat 15 Jenderal. Ini Sebabnya

Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan memecat para jenderalnya jelang perhelatan latihan perang terbesar.

KOMPAS.COM/ AFP/ALEXEI DRUZHININ
Presiden Rusia Vladimir Putin menjabat tangan para veteran dan personel militer dalam parade Victory Day di Lapangan Merah, Moskwa, Rabu (9/5/2018). 

TRIBUNBATAM.id, MOSKWA - Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan memecat para jenderalnya jelang perhelatan latihan perang terbesar.

Dilaporkan Newsweek, Selasa (28/8/2018), presiden berusia 65 tahun tersebut dilaporkan telah memecat 15 orang jenderal.

Di antaranya terdapat Wakil Menteri Keadaan Darurat Vladlen Aksenov, dan Kepala Dinas Penjara Federal di Region Omsk, Sergey Koryuchin.

Beberapa dari jenderal itu dipecat karena tersandung kasus korupsi. Antara lain Mikhail Begun, Menteri Keadaan Darurat Region Tomsk yang dituduh menerima suap.

Pakar Rusia Yuval Weber berujar, banyaknya jenderal yang dicopot bukanlah hal baru. April lalu, 11 jenderal dilaporkan dilengserkan.

Baca: Dilengkapi Gudang Amunisi hingga Peternakan Ikan. Lihat Mewahnya Bunker 15 Lantai di Bawah Tanah Ini

Baca: Bisa Dicoba! Begini Cara Ubah Wajah Kita Jadi Ikon Emoji saat Chat

Baca: PENTING! Hindari Menulis Ini pada Tanda Pengenal Koper saat Traveling

Weber menuturkan, alasan para jenderala bervariasi.

Namun, kebanyakan berasal dari satu hal, kehilangan gairah memperjuangkan birokrasi.

Weber menjelaskan, tidak sepenuhnya pemimpin militer bersih.

Namun, Rusia tidak ingin ada jenderal yang terlalu terikat dengan posisinya.

"Terlalu lama berada di posisi itu membuat sang jenderal terlalu berkuasa, terlalu bermain politik dan melakukan korupsi," tutur dia.

Militer di Rusia dilaporkan mempunyai pengaruh politik yang besar jika menilik laporan terbaru yang dikeluarkan Transparency International Russia.

20 persen anggota Duma, badan legislatif Rusia, bertindak sebagai pelobi bagi kalangan militer dan aparat berwajib lainnya.

Beberapa anggota Duma dikabarkan mempunyai koneksi kuat dengan dinas intelijen maupun kementerian dalam negeri.

Pakar Rusia lain, Ariel Cohen, menyatakan korupsi yang terjadi di Negeri "Beruang Merah" melampaui pandangan peninjau dari negara lain.

"Negara yang sangat besar dan berkuasa, saya rasa itulah akar penyebab korupsinya. Mencopot jenderal seperti menata kursi di Titanic," kata Cohen.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved