MOTOGP
MotoGP Aragon - Valentino Rossi dan Vinales Makin Menderita, Ada Apa dengan Yamaha?
Sepanjang akhir pekan ini, Sirkuit Motorland Aragon yang panas seperti neraka bagi dua pebalap Yamaha, Valentino Rossi dan Maverick Vinales
TRIBUNBATAM.id, ARAGON - Sepanjang akhir pekan ini, Sirkuit Motorland Aragon yang panas tak ubahnya seperti neraka bagi dua pebalap Yamaha, Valentino Rossi dan Maverick Vinales.
Datang dengan keyakinan tinggi karena sempat melakukan uji coba tiga minggu lalu, namun hasilnya bukan membaik, tapi makin buruk dan akan menghadapi balapan yang menyedihkan di MotoGP Aragon, Minggu (23/9/2018) malam WIB.
Valentino Rossi bahkan mendapatkan hasil yang teruk di kualifikasi MotoGP Aragon, karena akan start di row kedua terakhir, urutan 18.
Sedangkan rekannya, Maverick Vinales yang berjuang menembus Kualifikasi 2 dari Kualifikasi 1 tak banyak memberi harapan, terkunci di urutan 11, Sabtu malam.
Sepertinya Lin Jarvis dan tim teknis Yamaha akan sulit tidur sepanjang malam ini.
Baca: LIVE STREAMING Trans7 MotoGP Aragon - Marc Marquez dan Jorge Lorenzo Berebut Raja Motorland
Baca: MotoGP Aragon - Bakal Seru, Jorge Lorenzo , Andrea Dovizioso dan Mar Marquez Star Terdepan Besok
Baca: MotoGP Aragon - Valentino Rossi Makin Terpuruk, Start di Posisi 18, Minggu Besok
Baca: MotoGP Aragon - Nasib, Valentino Rossi dan Maverick Vinales Harus Berjuang dari Kualifikasi 1
Baca: MotoGP Aragon - Jika Valentino Rossi dan Vinales Belum Comeback, Yamaha Rekor Paceklik Terpanjang
Pasalnya, dari catatan TRIBUNBATAM.id, pada MotoGP Aragon tahun lalu, Maverick Vinales berhasil meraih pole position dengan 1m 47,635 detik.
Sedangkan hasil kualifikasi MotoGP Aragon hari ini, catatan waktunya ternyata jauh lebih buruk, 1m 47.810 detik.
Bandingkan dengan dua pesaingnya, Ducati dan Honda yang justru menembus 1m 47 detik.
Tidak hanya Rossi dan Vinales, dua pebalap Yamaha lainnya dari Tech3, juga dirundung duka.
Johann Zarco start di posisi 14 sementara rekannya Hafizh Syahrin hanya satu tingkat di belakang Rossi, urutan 19.
Tentu saja hasil ini akan menjadikan Yamaha akan mencatatkan sejarah baru dengan rekor terburuk, tak sekalipun juara dalam 23 seri sercara berturut-turut.
Sulit memberikan keajaiban bagi Rossi dan Vinales karena kecepatan motor mereka sama sekali tak mumpuni sejak Jumat hingga Sabtu malam, terpaut lebih dari 2 detik dari pesaingnya.
Di saat Hionda dan Ducati bersaing untuk menembus 1menit 26 detik, Valentino Rossi justru hanya meraih catatan waktu 1m 48,627 detik.
Vinales memang lebih baik dari Rossi, namun defisitnya depngan Lorenzo sebagai peraih pole 0,929 detik sehingga bisa dibayangkan, akan seperti apa mereka membalap besok.
Apa yang terjadi dengan Yamaha?
Tak ada yang bisa menjelaskan, baik Valentino Rossi maupun Vinales.
Keduanya hanya bisa bingung ketika ditanya kenapa motornya begitu lamban.
"Aku tidak tahu ... Pokoknya, aku berkeliling dunia, aku melihat banyak kota hebat, aku berbicara denganmu (media)! Ini menyenangkan," begitu kata Valentino Rossi seperti dilansir TRIBUNBATAM.id dari Crash.net.
"Kami sangat menderita, tetapi yang bisa kami lakukan adalah tetap tenang, berikan informasi maksimal dan berharap kami bisa memperbaiki masalah di masa depan" kata Valentino Rossi seperti dilansir Crash.net.
Perubahan drastis yang dinanti-nanti para penggemar Yamaha sejak San Marino, dua pekan lalu --bahkan sejak 5 balapan terakhir-- ternyata tak kunjung datang.
Kembalinya Rossi ke Yamaha dua tahun lalu memang jauh dari gambarannya akan bisa memperpanjang gelar juara dunia.
Dalam dua tahun terakhir, Rossi baru sekali meraih juara di MotoGP Belanda di Sirkuit Assen pada 25 Juni 2017 lalu.
Sedangkan Vinales berhasil membuat hasil yang meyakinkan di dua seri awal musim 2017, MotoGP Qatar dan Argentina.
Setelah itu, pebalap Spanyol ini harus menjalani balapan demi balapan yang berat bersama Yamaha.
Rossi mengatakan, ia tidak akan memberitahu apapun kepada para insinyur di paddock Yamaha karena hal itu sudah ia sampaikan sejak musim lalu, berulang-ulang.
Bahwa motor M1 yang dikendarainya memiliki akselerasi yang buruk dan cengkeraman ban yang rendah, yang kemudian disimpulkan karena masalah elektronik.
"Pekerjaan saya bukan untuk mengatakan 'Saya butuh mesin V atau memodifikasi sasis dengan cara ini'. Apa yang sudah saya katakan, kami berada dalam masalah besar di area antara ban dan motor, terutama bagian belakang ban."
Balapan di Aragon lebih buruk lagi karena dengan sirkuit yang sangat panas, cengkeraman ban mereka justru semakin sulit dikendalikan.
Bahkan, Rossi takjub pada Ducati ketika pada sore hari, dengan kondisi lintasan yang panas, mereka bisa mengatasinya.
"Apa yang saya katakan dengan mereka berbeda --elektronik, karakter mesin dan lain-lain. Saya tidak tahu itu, merekalah yang harus tahu karena data ada pada mereka," kata Rossi.
Menurut Rossi, apa yang terjadi di Sirkuit Misano dan Aragon sama saja, bukan karena gaya membalapnya, tetapi karena motor mereka tertinggal hampir 1 detik di belakang Ducati dan Honda.
"Di Misano juga seperti itu. Faktanya, rata-rata di setiap putaran kami tertinggal 0,6-0,7 detik. Lebih dari setengah detik adalah catatan waktu yang konyol," katanya.
Yamaha telah mendatangkan ahli elektronik dari Yamaha World Superbike, Michele Gadda sejak sebulan lalu dan langsung melakukan sejumlah tes pribadi, namun ytak memberikan hasil apapun.
Senada dengan Rossi, Maverick Vinales juga tidak dapat menjelaskan apa yang terjadi pada motornya.
Pebalap Spanyol 23 tahun itu sempat percaya diri setelah melakukan uji coba pribadi tiga minggu lalu di Aragon, namun kembali frustasi sepanjang akhir pekan ini.
“Kami tak bisa menjelaskan apapun, kami berjuang sangat keras. Tapi apa yang bisa saya jelaskan dengan pegangan yang nyaris nol pada ban? Ini seperti mustahil,” kata Vinales.

"Saya telah berusaha mengubah gaya balap saya, tetapi pegangan ban benar-benar lambat ketika masuk ke tikungan," katanya.
Mungkinkah pengereman Yamaha M1 terlalu lembut?
Menurut Vinales, masalahnya bukan pada perangkat pengereman karena memasuki tikungan, hal itu tidak begitu penting. Berbeda ketika saat motor melakukan akselerasi di sejumlah tikungan," ceritanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/vinales-rossi_20180629_223558.jpg)