BATAM TERKINI

Parkir Sembarangan, 40 Kendaraan Diderek Dishub Batam, Ini Sanksinya

Jadi yang diderek itu kendaraan yang parkir di tepi-tepi jalan utama atau jalan besar. Lokasinya Batam Center, Jodoh dan Batu Ampar

Parkir Sembarangan, 40 Kendaraan Diderek Dishub Batam, Ini Sanksinya
ISTIMEWA
mobil diderek 

TRIBUNBATAM.id, BATAM-Masa sosialisasi parkir sembarangan atau salah tempat parkir di derek, sudah 25 unit mobil dan 15 unit sepeda motor yang sudah di derek oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas, Edward Purba.

"Jadi yang diderek itu kendaraan yang parkir di tepi-tepi jalan utama atau jalan besar. Lokasinya Batam Center, Jodoh dan Batu Ampar, dan lainnya," ujarnya kepada Tribun, Kamis (27/9/2018).

Diakuinya razia ini tidak masuk di area kawasan seperti kawasan mall, perusahaan atau lokasi industri, perumahan, dan lainnya. Jadi khusus di wilayah tepi jalan besar Batam Center misalnya di depan Kantor Wali Kota Batam, Kantor DPRD kota Batam, Pelabuhan, Kantor Imigrasi, mall, dan instansi lainnya.

Terkait belum memadainya lahan parkir di kota Batam, menurut Edward alasan tersebut bersifat relatif. Dalam artian apabila seseorang membuat usaha apapun pasti sudah memikirkan lahan parkirnya.

Sejauh ini, memang perda parkir ini masih bersifat sosialisasi. Jika pengendara ingin mengambil kendaraannya, Dishub akan memberikan dispensasi dan peringatan.

"Agar pengendara tidak melakukan lagi parkir sembarangan," ujarnya.

Baca: AFC U16, Live Streaming Timnas U16 Indonesia Vs India - Garuda Asia Tak Boleh Main Mata

Baca: Ciptakan Iklim Investasi Sehat, Kepala BP Batam Temui Kapolda Kepri Minta Dukungan

Baca: Belum Diketahui Penyebab Motor dan Pengendara Terbakar, Tapi Ada Anting-anting di Telinga Korban

Edward menambahkan Dishub Batam belum memberikan denda kepada pengendara yang melanggar. Namun di awal Oktober sudah dilakukan.

"Sosialisasi sudah kita lakukan. Melalui spanduk, sosial media, dan lainnya," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi III DPRD Kota Batam, Bustamin mengakui perda tersebut cukup baik. Pasalnya dapat menertibkan jalanan di kota Batam. Memang, kata dia, sejauh ini lahan parkir kurang memadai di sebahagian tempat. Namun ada juga di sebahagian tempat cukup. Hanya saja ada oknum yang tidak mematuhi perda tersebut.

"Apalagi di kawasan Nagoya, dekat kantor pemerintahan selama ini banyak memarkirkan kendaraannya di tepi jalan," katanya.

Bustamin menambahkan dengan adanya perda parkir ini, diharpakan seluruh masyarakat untuk mematuhinya. Sehingga situasi jalanan kota Batam menjadi lebih tertib.

"Komisi III mendapat laporan dari Dishub mereka beroperasi dari jam 9 pagi hingga sam 10 malam. Secara bergantian di tempat-tempat tertentu," katanya.

Sama halnya dengan Anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Amintas Tambunan. Ia mengakui sangat mengapresiasi perda tersebut. Perda ini bertujuan untuk menciptakan ketertiban kepentingan umum.

"Kalau ada parkir sembarangan lalu lintas bisa macet. Kita sudah terganggu, dia malah parkir seenaknya," katanya. (rus)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved