GEMPA

Hotelnya Ambruk saat Gempa Palu, 7 Atlet Paralayang Hilang Kontak

Sebanyak empat atlet dan tiga ofisial tim paralayang yang tengah berada di Palu untuk mengikuti kejuaraan cross country

Hotelnya Ambruk saat Gempa Palu, 7 Atlet Paralayang Hilang Kontak
ISTIMEWA
Air laut di Teluk Palu, sudah dilaporkan naik. 

TRIBUNBATAM.id - Sebanyak empat atlet dan tiga ofisial tim paralayang yang tengah berada di Palu untuk mengikuti kejuaraan cross country hilang kontak. Ketujuhnya menginap di Hotel Roa Roa, Palu, Sulawesi Tengah yang ambruk saat diguncang gempa.

"Sampai sekarang masih hilang kontak, belum ketemu ini," kata Ketua Persatuan Gantolle dan Paralayang Indonesia (PGPI), Djoko Bisowarno, kepada Kompas.com, Sabtu (29/9/2018).

Djoko mengatakan, upaya pencarian korban saat ini sebenarnya sudah dilakukan di hotel Roa. Namun, belum ada alat berat yang tersedia.

"Kami sampai sekarang masih menunggu alat berat," kata dia. Baca juga: BNPB Minta Rp 560 Miliar untuk Penanganan Gempa Sulteng, Sri Mulyani Langsung Proses Djoko mengatakan, tujuh atlet dan ofisial itu memang pulang ke hotel Roa lebih cepat karena pertandingannya juga sudah selesai lebih dulu.

"Selain itu, hotel tempat menginapnya menang berbeda-beda, ada yang di hotel Roa, ada yang di hotel lain," kata dia. Gempa yang melanda Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018), berkekuatan magnitudo 7,4.

Gempa terjadi pada pukul 17.02.44 WIB atau 18.02.44 WITA. Selain itu, gempa juga menyebabkan gelombang tsunami yang terjadi di Pantai Palu dengan ketinggian 0,5 sampai 1,5 meter, pantai Donggala kurang dari 50 sentimeter, dan Pantai Mamuju dengan ketinggian 6 sentimeter.

Tsunami diperkirakan sampai ke daratan pada pukul 17.22 WIB atau 18.22 WITA. Update terakhir, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Kota Palu, Sulawesi Tengah, meningkat menjadi 384 orang.(*)

Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved