RATNA SARUMPAET DIANIAYA

Ratna Sarumpaet Kariernya dari Sutradara dan Aktivis, Kini Dipukuli Orang. Kenapa tak Lapor?

Aktivis Ratna Sarumpaet dikabarkan menjadi korban penganiayaan orang tak dikenal di Bandung, Jawa Barat.

Ratna Sarumpaet Kariernya dari Sutradara dan Aktivis, Kini Dipukuli Orang. Kenapa tak Lapor?
Ratna Sarumpaet 

Pada 1974, Ibunda Atiqah Hasiholan ini mendirikan teater bernama Satu Merah Panggung.

Pementasannya kebanyakan berisi tentang masalah kemanusiaan dan menuntut keadilan. Salah satu pementasannya yang paling terkenal berjudul Marsinah Menggugat.

2. Penulis Skenario dan Sutradara Film

Selain drama, Ratna juga menggeluti dunia film. Ia mengawali debutnya sebagai sutradara pada tahun 1991, lewat serial televisi Rumah Untuk Mama, yang tayang di TVRI.

Lalu pada 2007, ia menyadur naskah drama Pelacur & Sang Presiden ke dalam skenario film berjudul Jamila dan Sang Presiden.

Film ini ia sutradarai sendiri dan diperankan oleh putrinya Atiqah Hasiholan dan berhasil mendapat berbagai penghargaan di festival film internasional.

Tahun 2010, Jamila dan sang Presiden diterima oleh panitia Academy Awards ke-82 sebagai wakil Indonesia dalam kategori Film Berbahasa Asing Terbaik.

3. Jadi aktivis

Di tahun 1997 silam, ia memutuskan untuk melakukan perlawanan. Ratna menghentikan sementara kegiatannya sebagai seniman dan mengumpulkan 46 LSM lalu membentuk aliansi bernama Siaga.

Organisasi ini merupakan yang pertama menyerukan agar Soeharto lengser. Setahun kemudian ia mendapatkan penghargaan Female Human Rights special Award dari The Asian Foundation For Human Rights di Tokyo, Jepang.

Halaman
123
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved