BATAM TERKINI

Conti Chandra Langsung Bebas, MA Kabulkan PK Perkara BCC Hotel

“Dengan keluarnya PK ini, mulai dari dakwaan JPU, Mejelis hakim dari PN Batam, Pengadilan Tinggi Riau di Pekanbaru, dan Kasasi di MA gugur

Conti Chandra Langsung Bebas, MA Kabulkan PK Perkara BCC Hotel
Conti Chandra (kanan) menjadi saksi pelapor dalam kasus dugaan penipuan BCC Hotel dengan terdakwa Tjipta Fudjiarta (kiri), Selasa (10/4/2018). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM–Upaya hukum peninjauan kembali (PK) yang diajukan oleh Conti Chandra dikabulkan Mahkamah Agung (MA) RI.

Dengan dikabulkan PK tersebut, putusan pidana penggelapan yang diputus Pengadilan Negeri Klas I Batam dua tahun penjara kepada Conti atas perkara penggelapan berkas Hotel BCC yang disangketakan sebelumnya, gugur.

Dengan keluarnya putusan PK bernomor 41/PK/PID/2018 tertanggal 25 September 2018 dengan Majelis Hakim dipimpin Andi Abu Ayyub Saleh, dua hakim anggota Wahidin dan Margono.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam langsung mengeksekusi putusan PK tersebut.

Sejak Rabu (3/10/2018) pukul 23.00 WIB Conti Chandra bebas dari Rumah tahanan Klas IIA Batam. Sebelumnya Conti Chandra dimasukan ke Rutan itu sejak 8 Februari 2018.

Pengacara Conti Chandra, Alfonso Napitupulu yang dihubungi TRIBUNBATAM.id, Jumat (5/10/2018) malam mengaku, lega dengan putusan tersebut.

Sebab menurut dia, sudah terbukti kliennya tidak bersalah seperti yang didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Batam, dan majelis hakim PN Klas IA Batam.

“Dengan keluarnya PK ini, mulai dari dakwaan JPU, Mejelis hakim dari PN Batam, Pengadilan Tinggi Riau di Pekanbaru, dan Kasasi di MA gugur. Jadi vonis pasal 374 KUHP tentang penggelapan dalam jabatan kepada klien kami tidak benar,” kata Alfonso.

Baca: Istri Conti Jadi Saksi di Sidang Kasus Saham BCC Hotel. Ini Keterangan di Persidangan

Baca: Conti Candra Bersaksi di Sidang Tjipta Fudjiarta: Dari Debat Panas Hingga Canda Bikin Ngakak

Baca: Dinilai tak Adil Perlakukan Conti & Tjipta dalam Kasus BCC Hotel, Begini Sikap Kejari Batam

Alfonso menambahkan, dengan keluarnya putusan PK tersebut, seharusnya pihak Kejari Batam, PN Klas IA Batam dan pihak lain yang berkepentingan di hotel itu, bisa menilai siapa yang salah dalam sangketa hotel BCC tersebut.

Kendati demikian, dengan duduknya di kursi pesakitan atas perkara penggelapan Tjipta Fudjiarta, Alfonso meminta jaksa untuk tidak main-main dalam kasus tersebut.

“Kami menilai, jaksa dalam perkara ini ragu-ragu membuat tuntutan. Buktinya, ada tiga atau empat kali ditunda acara pembacaan tuntutan. Seolah-olah ada kejanggalan. Kami minta, jaksa jangan coba bermai-mainn mentukan sikap dalam tuntutan Tjipta Fudjiarta,” tegas Alfonso.

Selain itu tambahnya, pihak Alfonso meminta JPU yang menangani perkara terdakwa penipuan Tjipta Fudjiarta, berharap dalam tuntutan yang diagendakan pekan depan dimaksimalkan.

“Berharap agar di dalam tuntutan JPU nanti, selain kami minta mentutut maksimal Tjipta, juga di dalam tuntutannya JPU juga kami minta menyertakan agar majelis hakim menitipkan objek sangketa BCC hotel yang masih dikuasai Tjipta saat ini,” harap Alfonso.(leo)

Penulis: Leo Halawa
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved