TANJUNGPINANG TERKINI
Terus Merugi, Pelabuhan Sri Payung Batu 6 Diprediksi Bakal 'Sayonara'
Bisnis Pelindo 1 Cabang Tanjungpinang dalam mengelola Pelabuhan Batu 6 Tanjungpinang sudah tak lagi menjanjikan.
TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Bisnis Pelindo 1 Cabang Tanjungpinang dalam mengelola Pelabuhan Batu 6 Tanjungpinang sudah tak lagi menjanjikan.
Tahun demi tahun terjadi penurunan pendapatan di pelabuhan bongkar muat barang itu.
Hal itu disampaikan general manager (GM) Pelindo 1 cabang Tanjungpinang Arif Indra ditemui di ruangannya.
Beberapa langkah sudah direncanakan untuk mengatasi penurunan pendapatan.
Salah satunya menyerahkan pengelolaan pelabuhan kepada anak cabang Pelindo.
Baca: LOKER BATAM HARI INI - 6 Info Lowongan Kerja Batam Terbaru Hari Ini, Selasa, 9 Oktober 2018
Baca: Asap dan Bau Menyengat Pabrik Aspal Mulai Meresahkan, Warga Protes Minta Aktivitas Dihentikan
Baca: PT BMW Akhirnya Kembalikan Lahan di Desa Pengudang Lewat Hibah, Warga : Terimakasih Pak Bupati
Baca: Video Dahsyatnya Gempa Beredar, BNPB Pastikan Bukan Video Gempa Palu dan Bulukumba Selasa (9/10)
"Kalau pelabuhan Sri Payung Batu 6 nampaknya tinggal 'Sayonara'. Kita akan serahkan pengelolaan keuangan Anak Cabang Pelindo," ungkap Arif Indra kepada wartawan Selasa (9/10).
Iya menyebutkan proses pemindahan pengelolaan Pelabuhan Sri Payung ke anak cabang Pelindo akan segera dilakukan.
Menurutnya penyerahan pengelolaan itu akan lebih baik dilakukan secepatnya agar tidak menambah beban kerja Pelindo 1.
"Kalau kita maunya lebih cepat lebih baik karena ini menambah beban kita juga. Pendapatan di sana terus mengalami penurunan. Nanti butuh proses untuk pemindahan kelola ke anak Cabang Pelindo," katanya.
Di sisi lain, pihaknya terus mengalami keuntungan kenaikan angka pendapatan di Pelabuhan petikemas Kijang.
Di sana tiap tahunnya mengalami peningkatan nilai aktifitas bongkar muat sebanyak 20-30 persen.
"Di pelabuhan peti kemas Kijang kita terus mengalami peningkatan bongkar muat barang dengan setiap tahunnya mencapai peningkatan 20 persen. Apalagi saat ini juga terus berjalan seperti proyek (jalan) Gurindam 12 yang mengangkut banyak kebutuhan," katanya.
Ia menyebutkan, terjadi peningkatan bongkar muat di pelabuhan petikemas dengan pesat.
Salah satu bahan pengiriman material barang yang meningkat.
Selain itu juga aktifitas jasa alat berat crane juga masih menjadi andalan pendapatan.
"Pendapatan kita terbesar di Pelabuhan Sri Bintan Pura dan pelabuhan Petikemas Kijang. Namun kita harus buka dulu data untuk melihat angka keuntungan keuangan," ucapnya.
Saat ditanya data terkait berapa total pemasukan dan laba pendapatan, pihaknya meski membuka data dulu untuk memastikan berapa jumlah sirkulasi keuangan pendapatannya. (*)