Senin, 13 April 2026

Suster di Medan Akhirnya Selamatkan 3 Perempuan Korban Penyekapan. Kisahnya Bikin Merinding

Setelah berlari dengan rasa ketakutan, ketiganya memilih untuk bersembunyi di sebuah gereja yang mereka temui di jalan.

ANTARANEWS.COM
ilustrasi 

TRIBUNBATAM.ID - Tiga orang calon TKW asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang hendak dijadikan PSK di Medan, Sumatera Utara, berhasil menyelamatkan diri.

Ketiganya berhasil selamat setelah berusaha sekuat tenaga melarikan diri dari tempat penampungan pelaku human trafficking di Kota Medan.

Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi yang menerima informasi tersebut dari seorang biarawati yang bertugas di Medan, kemudian menjemput ketiganya, Minggu (7/10/2018).

Baca: Mau Dikirim ke Dubai, Tiga Orang yang Diamankan di Hang Nadim adalah Korban Trafficking

Baca: Dijanjikan Gaji Rp 100 Ribu Per Hari, ABG Ini Malah Jadi Korban Human Trafficking di Batam

Baca: Pernah Diperkosa 43.000 Kali, Wanita Ini Obati Penderitaannya Jadi Aktivis Anti Trafficking

Josef bersama ketiganya serta rombongan lain tiba di Bandara El Tari Kupang, Senin (8/10/2018) malam. 

Kiga wanita korban human trafficking mengaku sempat dipaksa menenggak obat anti hamil selama berada di penampungan yang berada di Kota Medan, Sumatera Utara.

Mereka gadis lugu menjadi korban jaringan pelaku human trafficking. Beruntung, para gadis itu akhirnya bisa lolos dari sekapan.

Beruntung, mereka sempat kabur hingga berlindung di gereja dan diselamatkan oleh biarawati, atau seorang suster.

Bagaimana para korban bisa terjebak dan akhirnya berhasil lolos dari jebakan para pelaku? Ini fakta-faktanya yang diolah dari Kompas.com, Sabtu (13/10/2018).

1. Tergiur bekerja di Malaysia dengan gaji tinggi

Tiga perempuan muda berinisial FS, LS, dan SA diiming-imingi bergaji tinggi untuk dipekerjakan di malaysia.

Ketiganya terbujuk rayu oleh pelaku inisial PT.

Tanpa ada prasangka buruk, ketiga perempuan tersebut pun memenuhi dan mengikuti segala arahan PT. Termasuk saat diserahkan pelaku PT ke temannya, DS.

DS lalu membawa ketiga korban ke Kota Medan, Sumut, dan tinggal di sebuah rumah penampungan.

Perempuan inisial FS berasal dari Kecamatan Amanuban Timur, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Inisial LS berasal Kabupaten Kupang (NTT). Sedangkan inisial SA berasal dari Kabupaten Malaka. Korban direkrut PT dan dibawa ke DS.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved