Kamis, 23 April 2026

Annual Meetings IMF WBG 2018

Inilah Kisah Polwan Cantik, 3 Bulan Belajar Naik Moge Siap Kawal Delegasi IMF

Bripda Putu Sita Nusanti mengatakan bahwa Polwan yang tergabung dalam tim pengawalan harus melalui serangkaian tes.

bripda putu sita nursanti 

TRIBUNBATAM.ID - Hajatan Annual Meetings IMF-WBG 2018 di Bali tinggal sehari lagi. Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia yang diselenggarakan di Nusa Dua, Bali sejak 8 Oktober, bakal berakhir pada 14 Oktober 2018 ini.

Pertemuan tersebut dihadiri lebih dari 30.000 delegasi dari 189 negara dan lembaga-lembaga internasional.

Di antara kesibukan panitia, ratusan personil melakukan pengawalan mobil baik tamu VVIP, VIP dan Delegasi Annual Meetings IMF-WBG 2018.

Baca: BP Batam Tawarkan Kemudahan Investasi saat Promosi di Pertemuan IMF-WBG 2018 di Bali

Baca: Jokowi Berpidato Pakai Istilah dalam Game of Thrones di Pertemuan IMF, Ini Maknanya

Baca: HBO Asia Pasang Meme Jokowi Pidato di Acara IMF. Ini Sosok Pemilik Jubah Game of Thrones

Bahkan Ditlantas Polda Bali menerjunkan 28 motor gede (moge) yang mana dikendarai oleh Polisi Wanita (Polwan).

Nah, polwan yang masuk ke dalam tim ini pun bukan sembarangan. Mereka telah dilatih selama tiga bulan untuk piawai mengendarai moge tersebut. Mereka juga harus memiliki dasar kecakapan mengemudi sepeda motor besar.

Selain itu, pelibatan Polwan dalam tim pengawalan ini merupakan bagian dari memaksimalkan potensi Polwan untuk ikut terlibat dalam event internasional.

Salah satu di antara Polwan tersebut adalah Bripda Putu Sita Nusanti. Ia mengatakan bahwa Polwan yang tergabung dalam tim ini sehingga harus melalui serangkaian tes. Bagaimana kisahnya?

“Setelah lulus, lalu dilatih berbagai teknik berkendara khususnya dengan menggunakan motor besar selama 3 bulan.Yang mana mereka akan mengendarai motor besar, seperti Harley Davindson ataupun Honda, dengan kapasitas mesin di atas 500CC,” ungkapnya, Sabtu (13/10/2018).

Ia mengaku sebelum menjadi Polwan memang sudah hobi mengendarai kendaraan bermotor.

Namun, dia juga mengakui bahwa ada perbedaan antara mengendarai motor biasa dengan mengendarai motor untuk melakukan pengawalan.

“Awalnya memang susah, namun tantangan tersebut berhasil dilalui. Sebelumnya, memang saya sudah suka mengemudikan sepeda motor, namun untuk mesin yang CC nya besar baru kali ini,” ucapnya.

Bukan perang

Pengamanan untuk delegasi pertemuan ini memang cukup prima. Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksamana Madya (Laksdya) Didit Herdiawan Ashaf mengakui ketatnya pengamanan pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia (IMF/BD) di Nusa Dua oleh anggota TNI/Polri.

Namun demikian, Diditmenegaskan bahwa pengamanan dilaksanakan tidak mencolok seperti hendak perang.

“Tentu kegiatan pengamanan tidak mencolok seperti perang dunia kedua atau ketiga, namun tetap kita laksanakan secara ketat. Faktor quick reaction(reaksi cepat) yang diutamakan," sebut Didit Herdiawan, yang juga Komandan Satuan Tugas Pengamanan (Dansatgaspam) VVIP Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018, usai memimpin apel pasukan di Lapangan Renon Denpasar, Minggu lalu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved