Selasa, 14 April 2026

BATAM TERKINI

Ingin Dukung Industri Kreatif, IBA Tawarkan International Networking

Keuntungan menjadi anggota IBA, para pengusaha lokal akan mendapat Network Aset di enam negara yang telah bergabung tersebut.

TRIBUNBATAM.id/ANNE MARIA

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Batam selalu menjadi kawasan dengan daya tarik pariwisata, investasi, terutama industri dengan kebijakan otonomi khusus Kawasan Bebas Pajaknya.

Kebijakan tersebut terbukti sukses membangun kota Batam menjadi satu kawasan perindustrian yang dipenuhi berbagai perusahaan, baik |okal maupun bertaraf internasional.

Melihat potensi tersebut, sejumlah pengusaha di Batam pun membentuk International Business Association (IBA).

Berkantor pusat di Bintan, asosiasi tersebut hadir dengan tujuan mendorong dan meningkatkan hubungan kerjasama para pelaku usaha dan industri Iokal dengan komunitas internasional di enam negara yaitu Singapura, Malaysia, Taiwan, Vietnam, Myanmar, dan Filipina.

"Asosiasi pertama kali didirikan oleh pak Tjan Tjaw Hua. Kantor pusat kami di Bintan, tapi sekarang sudah dibentuk juga dewan pimpinan cabang di Batam. Segera buka juga di Jakarta," ujar Ketua Dewan Pimpinan Cabang IBA Batam, Shan Shan.

Baca: Enam Pengembang Bidik Pasar Properti bagi Polisi di Kepri

Baca: Pesan Polisi Jelang Pemilu, Kapolsek Batuaji : Siapapun Pilihannya Tak Perlu Diumbar di Media Sosial

Baca: Insentif Guru Madrasah Tak Bisa Dicairkan, Walikota Batam : Salah Nomenklatur!

Baca: Sejarah Hari Sumpah Pemuda, Isi Sumpah Pemuda dan Ini Orang yang Mempelopori

Baca: 425 Pelamar CPNS Kepri DinyatakanTidak Memenuhi Syarat, Ini Penjelasan BKPSDM Kepri

Shan shan menuturkan keberadaan IBA bukan untuk menyaingi asosiasi lainnya. Melainkan membuka jaringan internasional bagi pengusaha lokal, dari berbagai sektor.

"Kami tidak menutup diri dengan pengusaha juga asosiasi manapun. Berbagai sektor industri bahkan industri kreatif Batam juga boleh bergabung. Kami menjaring para pengusaha lokal ini menuju internasional networking," tuturnya.

Keuntungan menjadi anggota IBA, para pengusaha lokal akan mendapat Network Aset di enam negara yang telah bergabung tersebut.

"Nanti kami akan membawa investor ke Indonesia, khususnya Batam ini. Kita akan pertemukan dengan pengusaha lokalnya dan bisa membuka peluang kerjasama Business to Business dalam berbagai bidang," ucapnya.

Para anggota IBA tidak tertutup pada pengusaha dan industri saja, namun juga para asosiasi yang ada di Indonesia. Sehingga lahirnya IBA dapat menjadi wadah dalam mempersatukan mereka semua dalam menghadapi era industri, globalisasi dan perang dagang antar negara yang berlangsung saat ini.

Langkah pertama yang dilakukan IBA dalam mendukung industri kreatif yakni dengan mensponsori kegiatan Dare to Step Forward di Nagoya Citywalk, Minggu (14/10). Kegiatan tersebut berisikan kompetisi dansa menyanyi dan mural grafitti "I Draw Future" dengan total hadiah mencapai lebih dari Rp 50 juta.

Tokoh masyarakat yang juga pembina IBA, Sri Sudarsono menuturkan sangat mengapresiasi dengan kehadiran IBA. Menurutnya even tersebut dapat membuka ruang bagi anak anak muda untuk menunjukkan kreatifitasnya.

Di sisi lain, membantu para pengusaha kecil dan kreatif untuk memperkenalkan produknya melalui stand stand makanan minuman yang dibuka di area acara.

"Acara yang memberi ruang buat anak muda sekarang itu bisa dibilang sangat sedikit. Dengan begini kan bagus juga, anak anak bisa mengembangkan dirinya dan menunjukkan potensinya. Mereka jadi lebih aktif dengan hobi dan passionnya," ucap Sri Sudarsono.

Acara tersebut pun ikut dihadiri dan dibuka oleh Wali Kota Batam, Rudi bersama ibu Wali Kota, Marlina Agustina Rudi.(ane)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved