Buaya Teror Warga Bintan: Semula Arnold Mengira Hanya Tapak Biawak
beberapa minggu terakhir telihat ada jejak yang diduga sejenis biawak yang sering berkeliaran di kolam warga.
Penulis: Endra Kaputra |
TRIBUNBATAM.ID - Warga di Kampung Sei Jeram, Desa Lancang Kuning, Bintan Utara terteror adanya buaya berkeliaran di kampung mereka sejak beberapa pekan sebelumnya. Hal itu karena warga menemukan jejak telapak buaya di sekitar perkampungan mereka.
Berbekal kecurigaan itu, pemilik kolam di kampung setempat langsung memasang strategi agar bisa menjerat buaya yang diduga berukuran besar itu.
Diperoleh informasi dari Arnold Sirait, warga setempat, beberapa minggu terakhir telihat ada jejak yang diduga sejenis biawak yang sering berkeliaran di kolam warga.
Baca: Buaya Teror Warga Bintan, Warga Datangkan Pawang dari Lagoi
Baca: Monster Buaya Terus Menghantui, Mulai Terkam Tangan Warga di Bintan Hingga Melintas di Jalan Raya
Baca: Heran Ikan Hilang Misterius, Setelah Dipasang Penjerat Warga Bintan Kaget Tangkap Buaya 4 Meter
Bahkan ia sebagai pengelola yayasan bidang pertanian, diketahui ikan-ikan di kolam yayasan yang ia kelola yaitu Alva Mega juga banyak yang hilang. Ia menduga karena ulah hewan bear itu.
Selanjutnya pada Jumaat (09 November 2018) lalu ia melakukan pemasangan jebakan menggunakan sling (kabel besar) dengan diameter sekitar 4 mm.
Ia tak menyangka ternyata yang memangsa ikan-ikan di kolamnya itu adalah buaya. Buaya itu akhirnya terjerat di kolam tersebut. Pada Minggu pagi itu buaya ditemukan sudah dalam keadaan terjerat jebakan di bagian perut.
Pada Minggu pagi itu anggota Polsek Bintan Utara yang mendengar kabar adanya buaya di lingkungan warga juga langsung mendatangi TKP. Petugas mendapati warga sudah berkerumun untuk menjinakkan buaya sepanjang sekitar 4 meter itu.
Selanjutnya dilakukan evakuasi oleh warga, TNI/Polri serta dibantu oleh pawang buaya, Soleh dari Safari Lagoi. Kemudian buaya tersebut dibawa ke Kebun Binatang Safarai Lagoi.
Diperkirakan hingga kini masih ada sekitar 4 ekor buaya berkeliaran di Sungai Jeram. Warga akan terus berupaya melakukan penangkapan dengan menggunakan alat tradisional berupa tali/jeratan.(dra)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/warga-bintan-tangkap-buaya.jpg)