Jumat, 10 April 2026

Bom Meledak di India, Penyerang Hujani Tembakan dan Lemparkan Bom. 10 Tewas

Tiga orang tewas dan 10 orang lainnya terluka akibat ledakan bom mengguncang upacara keagamaan di negara bagian Punjab

TRIBUNBATAM.id - Tiga orang tewas dan 10 orang lainnya terluka akibat ledakan bom mengguncang upacara keagamaan di negara bagian Punjab, India, Minggu (18/11/2018).

Bom meledak ketika penganut kongregasi religius Nirankari berkumpul mengikuti upacara keagamaan. 

Sekte tersebut memiliki jadwal rutin pertemuan setiap Minggu. Sekitar 200 orang berada di dalam kompleks saat peristiwa itu terjadi.

Saksi mata menyebutkan, dua pria bersenjata yang mengendarai sepeda motor, tiba di lokasi upacara kompleks Nirankari Bhawan, desa Adliwal, Amritsar, India.

Dua penyerang itu masuk ke kompleks, menembak, dan kemudian melemparkan bahan peledak ke kerumunan.

Melansir AFP, pelaku juga sempat mengacungkan pistol ke seorang perempuan yang berada di gerbang, sebelum melemparkan bom.

"Tiga orang tewas dan 10 orang terluka. Kami berusaha mengumpulkan lebih banyak informasi," kata pejabat senior polisi setempat Surinder Pal Singh Parmar. Presiden Kongres Punjab, Sunil Jakhar, menyampaikan belasungkawa kepada anggota keluarga korban dan menyebut insiden tersebut sebaga upaya untuk menganggu perdamaian.

Pengikut Nirankari berselisih paham dengan penganut Sikh, yang mendominasi Punjab. Sementara Punjab terbagi antara India dan Pakistan, memiliki sejarah kekerasan sektarian.

Pada 1984, militer India melancarkan serangan terhadap Kuil Emas di Amritsar yang bertujuan untuk mengusir militan yang menuntut tanah air Sikh yang independen.

Komunitas Sikh sangat marah atas insiden yang dianggap sebagai pencemaran terhadap kuil yang dihormati.

Wanita pertama Perdana Menteri India, Indira Gandhi meninggal 31 Oktober 1984, usai ditembak dua ajudannya, yakni Satwant Singh dan Kehar Singh.

Kejadian terjadi ketika Indira Ghandi sedang berjalan di pekarangan rumahnya. Tiba-tiba peluru dari dua ajudannya menghunjam tubuhnya. Tim dokter melakukan operasi kepada Indira Gandhi yang saat itu sudah sekarat. Namun nyawanya tak terselamatkan.

Diduga, penembakan ini berlandaskan motif agama.

Kedua ajudan yang diketahui beragama Sikh mencoba membalas dendam atas penyerangan di tempat suci agama Sikh pada beberapa sebelumnya, Juni 1984.

Usai insiden penembakan yang mengakibatkan Indira Gandhi tewas, situasi India masuk status Siaga.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved