Inilah 6 Taradisi di Indonesia Sambut Maulid Nabi Muhammad SAW
Maulid Nabi merupakan peringatan hari lahir Nabi Muhammad, yang jatuh pada tanggal 12 Rabi'ul Awal setiap tahunnya. Setiap daerah di Indonesia biasa
Mereka telah menyiapkan ayunan yang dihiasi dengan benda-benda tradisi Banjar.
Hiasan yang dipasang juga memiliki makna.
Misalnya janur yang disebut ular lidi yang berada di atas ayunan, memiliki makna kebersihan.
Simbol itu melambangkan harapan agar orang yang diayun akan selalu senang dengan kebersihan.
5. Tradisi Hias Perahu (Tangerang)
Warga Kali Pasir Tangerang punya cara unik tersendiri dalam memperingati Maulid Nabi.
Mereka akan mengemas tausiyah dan pengajian dengan cara mengarak perahu kertas berukuran besar ke aliran sungai Cisadane.
Kurang lebih ada sepuluh perahu kertas yang diarak warga dan dibuat hanya dalam kurun waktu dua sampai tiga hari.
6. Tradisi Bungo Lado (Padang Pariaman)
Satu perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Indonesia yang menarik adalah tradisi Bungo Lado di Kabupaten Padang Pariaman.
Tradisi Bungo Lado merupakan satu dari representasi masyarakat terhadap kebudayaan Islam.
Bungo Lado secara harfiah berarti 'bunga cabai'.
Wujud Bungo Lado adalah pohon hias yang berdaunkan uang atau yang biasa disebut juga pohon uang.
Bungo Lado merupakan perwujudan euforia masyarakat dalam menyambut hari lahirnya Nabi Besar Muhammad SAW.
Dalam pelaksanaan Bungo Lado, masyarakat dibagi menjadi beberapa kelompok untuk menghias pohon masing-masing.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/maulid-nabi-2018.jpg)