Rabu, 8 April 2026

Viral Foto Bunga Tabebuya di Surabaya, Ternyata Begini Sejarahnya

Bunga Tabebuya yang mekar di Surabaya sejak pertengahan November tahun ini menjadi pembicaraan banyak orang

ist
Pohon Tabebuya di Kota Surabaya. Pohon ini berasal dari Brazil tetapi sudah dibudidayakan di Malang dan Kota Batu. 

TRIBUNBATAM.id - Bunga Tabebuya yang mekar di Surabaya sejak pertengahan November tahun ini menjadi pembicaraan banyak orang. Foto-foto terkait pohon tersebut viral di media sosial.

Lantas bagaimana sejarah Bunga Tabebuya bisa mekar di Surabaya?

SURYAMALANG.com mencoba menelusuri sejarah Bunga Tabebuya di Surabaya.

 Bunga tersebut ternyata sudah ditanam di Surabaya sejak 2010.

"Sejak 2010 silam kami sudah menanamnya."

"Memang dulu prioritas jalan protokol tapi sekarang sudah banyak ditemui di jalan-jalan seluruh Surabaya, walaupun jumlahnya gak sebanyak di Jalan protokol."

"Misalnya di jalan Protokol Gubeng, ada juga Gayungsari," kata Kepala UPTD Taman Surabaya Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Pramudita kepada reporter SURYAMALANG.com Pipit Maulidiya pada Senin (26/11/2018).

Baca: Sering dapat Like dari Luna Maya, Intip Potret Ganteng Faisal Nasimuddin

Baca: Kapolsek Datangi Keluarga yang Menderita Gangguan Jiwa dan Lumpuh. Begini Kondisi Keluarga Ini

Baca: Mata Najwa Malam Ini Pukul 20.00 WIB. Live Streaming Trans 7, PSSI Bisa Apa

Sejak saat itu hingga kini, ia mengatakan pemandangan indah ternyata bunga-bunga tumbuhan Tabebuya bisa dinikmati di sebagian besar jalan di Kota Surabaya.

 Ia menambahkan bunga Tabebuya bermekaran dengan tiga jenis warna. Ada putih, kuning, dan merah muda.

Bunga tumbuhan ini mudah terjatuh dari pohonnya saat terhempas angin, atau air hujan di musim hujan seperti saat ini.

Pohon Tabebuya Didatangkan dari Malang

Ya, meski Pohon Tabebuya itu berasal dari Jepang ternyata Pohon Tabebuya itu didatangkan dari Malang.

Pohon ini didatangkan karena punya bentuk batang yang bagus, kuat, memiliki bunga yang menarik serta disenangi burung-burung berkicau.

Ia menambahkan, pohon yang bunganya akan rontok pada bulan november itu juga memiliki struktur ranting yang rindang, serta pohonnya tak terlalu tinggi.

"Di hari-hari biasa membuat rindang, untuk penyerapan karbon serta polusi kendaraan juga bagus," pungkasnya.

Sumber: Surya Malang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved