China Ingin Bikin Bandara di Benua Antartika. Untuk Apa?
Tim ekspedisi penelitian China telah menemukan area es biru sekitar 10 kilometer jauhnya dari salah satu pangkalan negara di benua Antartika
TRIBUNBATAM.id, BEIJING - Pemerintah China saat ini sedang berusaha mencari cara untuk membangun bandara permanen pertamanya di Antartika.
Kantor berita China, Xinhua, melaporkan bahwa tim ekspedisi penelitian China telah menemukan area es biru yang sangat besar sekitar 10 kilometer jauhnya dari salah satu pangkalan negara di benua itu.
Saat ini, ada delapan bandara es biru di Antartika, tetapi tidak ada yang dioperasikan oleh China, sehingga agak sulit bagi negara itu untuk memasok logistik ke benua di kutub selatan bumi itu.
Alternatifnya adalah pesawat pendaratan di atas salju menggunakan kaki ski.
Namun, tentu saja itu hanya untuk pesawat kecil dan pesawat sebesar Boeing, Airbus atau Y-20 buatan China tidak dapat mendarat sama sekali menggunakan alat ski.
Besarnya keinginan China untuk membangun bandara juga karena arus wisatawan di negara itu melonjak tajam sejak dipasarkan sejak 10 tahun lalu.
Tahun 2008, jumlah wisatawan kurang dari 100 orang, namun tahun 2016 meledak hampir 4.000 orang setahun.
Bahkan, dalam dua tahun terakhir, jumlah wisatawan China sudah mencapai belasan ribu orang, nomor dua setelah Amerika Serikat ke benua tak berpenghuni itu.
Desember tahun lalu, China melakukan penerbangan komersial pertamanya ke Antartika.
Nemun, semakin besarnya minat wisatawan China ke kutub itu menimbulkan kekhawatiran para pemerhati lingkungan terkait ekosistem dan satwa liar di benua itu.
Beberapa bulan kemudian, pemerintah China menanggapi ketakutan ini dengan membuat aturan yang ketat bagi wisatawan yang berkunjung ke Antartika.
China melarang pengunjung berburu, mengumpulkan sampel geologi, meninggalkan limbah padat, dan mengganggu hewan setempat.
Penerbangan dari China ke Antartika lamanya 20 jam dan transit di Cape Town, Afrika Selatan.
Shanghai Ist melaporkan, agen perjalanan telah mulai menargetkan turis China yang kaya dan mencari liburan "ekstrim".
Wisatawan membayar sekitar 100.000 hingga 500.000 yuan atau sekitar Rp 210 juta hingga 1,2 miliar untuk perjalanan satu hingga dua minggu di Antartika.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/bendera-china-di-antartika.jpg)