Sungai Sagulung Bisa Jadi Ikon Baru Wisata Batam, Warga Dorong Pembangunan

Semenjak pembangunan dinding sungai atau batu miring tersebut dilaksanakan, sungai Sagulung terlihat bersih dan terlihat indah serta bagus

Sungai Sagulung Bisa Jadi Ikon Baru Wisata Batam, Warga Dorong Pembangunan
TRIBUNNBATAM.id/IAN PERTANIAN SITANGGANG
Sungai Sagulung bisa jadi ikon baru wisata Batam. Warga dorong pembangunan yang dilakukan pemerintah untuk keindahan sungai tersebut. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Sungai Sagulung bisa menjadi ikon baru untuk wisata Batam. Sungai yang membentang di tiga kelurahan masing-masing di Kelurahan Sagulung Kota, Kelurahan Sei Lekop dan Kelurahan Sei Langkai, bisa menjadi daya tarik sendiri untuk menarik wisatawan datang.

Sungai yang melintasi tiga kelurahan dan tembus sampai ke laut tersebut dua tahun belakangan terus dilakukan pembangunan dinding sungai atau batu miring.

"Kita berharap tahun 2019 pembangunannya dilanjutkan, biar sungainya semakin bagus," kata Japra, warga Kavling Plamboyan, Minggu (23/12/2018).

Semenjak pembangunan dinding sungai atau batu miring tersebut dilaksanakan, sungai Sagulung terlihat bersih dan terlihat indah serta bagus.

"Jadi tidak ada lagi kumuh," kata Japra.

Baca: Amankan Ibadah Natal, Brimob Akan Sterilkan Gereja di Karimun. Terjunkan 203 Personel

Baca: Hasil, Klasemen dan Top Skor Liga Inggris Setelah Man City Kalah, MU Pesta Gol. Aubameyang 12 Gol

Baca: Sepanjang 2018, Polres Karimun Amankan 23,9 Kg Sabu dan Dua WNA Tersangka Narkoba

Baca: Siapkan Paket Wisata Pulau Buru, Rafiq Buka Festival Sampan Layar

Japra mengatakan pinggiran sungai Sagulung saat ini sudah digunakan masyarakat sebagai tempat joging pagi hari dan sore hari.

"Kita berharap pinggiran sungai yang sudah bagus saat ini ditata lagi biar lebih bagus, sekarang pinggirannya hanya tanah merah, kalau hujan masih becek, tapi kalau sudah dibuat joging trek mingkin akan lebih bagus lagi," kata Japra.

Dia menyebutkan agar sungai Sagulung semakin bagus pemerintah harus membuat bendungan di ujung sungai agar air tetap ada dan bisa dimanfaatkan sebagai destinasi wisata perlombaan perahu kecil.

"Jadi kalau dibuat bendungan otomatis sungainya tidak akan kering dan sampah masyarakat juga pasti nyangkut dibendungan. Petugas kebersihan lebih mudah mengangkut sampahnya," kata Japra.(ian)

Penulis: Ian Pertanian
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved