Minggu, 26 April 2026

GEMPA TERKINI

GEMPA HARI INI - BMKG Rilis Gempa 5,4 Skala Richter Guncang Ternate Selasa Siang Jam 14.14 WIB

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika(BMKG) merilis informasi gempa yang terjadi hari ini di Ternate, Maluku, Selasa (25/12/2018) siang

Penulis: Mairi Nandarson | Editor: Mairi Nandarson
twitter/bmkg
Pusat Gempa 5.4 skala Richter di Ternate, Selasa (25/12/2018) 

TRIBUNBATAM.id, TERNATE - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika(BMKG) merilis informasi gempa yang terjadi hari ini di Ternate, Maluku, Selasa (25/12/2018) siang.

Dikutip dari akun resmi BMKG di twitter, disebutkan gempa berkekuatan 5.4 skala Richter mengguncang Ternate, yang berpusat di laut sekitar 113 km arah Barat Laut Ternate.

Gempa 5.4 skala Richter itu terjadi pukul 14.18.21 WIB berpusat di kedalaman 10 km.

Baca: Deteksi Dini Tsunami Akibat Gempa Vulkanik, BMKG Bakal Pasang Sensor Bawah Laut. Ini Cara Kerjanya

Baca: Dapat Potongan Masa Tahanan, 7 Narapidana Anak di Batam Terima Remisi Natal 2018

Baca: Ifan Seventeen Tak Kuasa Menahan Tangis saat Sebut Nama Personel Seventeen dan Dylan Sahara

Baca: BERITA PSM - Daftar Pemain yang Dipertahankan PSM Makassar Termasuk Klok & Pluim. 12 Pemain Dilepas

Berikut informasi lengkap dari BMKG:

#Gempa Mag:5.4, 25-Des-18 14:18:21 WIB, Lok:1.21 LU, 126.44 BT (Pusat gempa berada di laut 113 km BaratLaut Ternate), Kedlmn:10 Km Dirasakan (MMI) II - III Ternate #BMKG

Data dari BMKG bahwa gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat deformasi batuan pada Lempeng Laut Maluku.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa di wilayah laut di sebelah barat laut Kota Ternate ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan dari struktur sesar naik (thrust fault).

Guncangan gempa ini dilaporkan dirasakan di daerah Ternate, Tidore, Sofifi, Weda, dan Jailolo II-III MMI.

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 16.35 WIT, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock).

Sementara itu, masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

(tribunbatam/sn)

Baca: Hotel Travelodge Batam Hadirkan Pancuran Coklat Raksasa di Malam Natal dan Tahun Baru

Baca: Ifan Seventeen Tak Kuasa Menahan Tangis saat Sebut Nama Personel Seventeen dan Dylan Sahara

Baca: Sebelum Jadi Korban Tsunami Banten, Dylan Sahara Sempat Ucapkan Ini ke Ibunya

Apa itu Skala MMI?

Skala MMI (Modified Mercalli Intensity) adalah gambaran keadaan yang dirasakan seseorang terhadap guncangan gempa.

BMKG membagikan skala MMI dalam angka I hingga XII sebagaimana dikutip dari situs BMKG, masing-masing tingkatan memiliki arti sebagai berikut

I MMI

Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang

II MMI

Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

III MMI

Getaran dirasakan nyata dalam rumah.

Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

IV MMI

Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

V MMI

Getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

VI MMI

Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan.

VII MMI

Tiap-tiap orang keluar rumah. Kerusakan ringan pada rumah-rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik.

Sementara pada bangunan yang konstruksinya kurang baik terjadi retak-retak bahkan hancur, cerobong asap pecah. Terasa oleh orang yang naik kendaraan.

VIII MMI

Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi yang kuat.

Retak-retak pada bangunan degan konstruksi kurang baik, dinding dapat lepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen-monumen roboh, air menjadi keruh.

IX MMI

Kerusakan pada bangunan yang kuat, rangka-rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak retak. Rumah tampak agak berpindah dari pondamennya. Pipa-pipa dalam rumah putus.

X MMI

Bangunan dari kayu yang kuat rusak,rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

XI MMI

Bangunan-bangunan hanya sedikit yang tetap berdiri.

Jembatan rusak, terjadi lembah.

Pipa dalam tanah tidak dapat dipakai sama sekali, tanah terbelah, rel melengkung sekali.

XII MMI

Hancur sama sekali, Gelombang tampak pada permukaan tanah.

Pemandangan menjadi gelap.

Benda-benda terlempar ke udara. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved