Sejarah Gunung Agung Meletus Pertama Kali Tahun 1808, Paling Dahsyat pada 1963
Dari catatan sejarah, Gunung Agung di Bali meletus pertama kali pada 1808. Pada Kamis (10/1/2019) malam, Gunung Agung kembali erupsi.
TRIBUNBATAM.id - Dari catatan sejarah, Gunung Agung di Bali meletus pertama kali pada 1808.
Dan pada Kamis (10/1/2019) malam, Gunung Agung kembali erupsi. Saat ini Gunung Agung berada pada Status Level III (Siaga).
Gunung Agung merupakan gunung tertinggi di Pulau Bali dengan ketinggian 3.031 mdpl, yang terletak di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali.
Gunung Agung mempunyai kawah yang besar dan dalam. Selain itu, bentuknya yang mengerucut terdiri atas lava dan abu vulkanik.
Oleh karena itu, dikategorikan sebagai gunung berapi tipe stratavolkano.
Asap dan uap air kadang dikeluarkan oleh tipe gunung seperti ini.
Baca: BREAKING NEWS. Gunung Agung di Bali Kembali Erupsi. Status Siaga!
Gunung Agung pertama kali meletus pada 1808. Saat itu, Gunung Agung mengeluarkan abu dan batu dengan jumlah yang banyak ke luar. Letusan selanjutnya terjadi 13 tahun kemudian, yaitu tahun 1821.
Letusan kedua ini dikategorikan normal dan jangkauan letusan tak seluas pada 1808.
Setelah letusan itu, aktivitas Gunung Agung kembali normal.
Pada 1843, aktivitas Gunung Agung kembali meningkat dengan didahului sejumlah gempa bumi dan memuntahkan abu vulkanik, pasir, dan batuan.
Letusan kembali terjadi pada 1963.
Dampak letusan ini luar biasa. Sebelumnya, terjadi gempa yang terdengar dari wilayah di sekitar Gunung Agung.
Tragedi berawal pada 20 Februari 1963 saat Gunung Agung mengeluarkan asap tebal.
Pada 17 Maret 1963, tinggi awan letusan mencapai klimaksnya. Hujan abu dan kerikil mulai turun dari arah kawah ke permukiman warga sekitar.
Aktivitas ini baru berhenti berbulan-bulan kemudian, tepatnya Januari 1964.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/gunung-agung-saat-meletus-pada-1963.jpg)