BATAM TERKINI

Taksi Online Kerap Alami Persekusi di Bandara Hang Nadim, Ini Aturan Main Jika Ingin Jemput Orang

Ombudsman Kepri menyoroti tindakan persekusi terhadap pengemudi taksi online yang diduga hendak mengambil penumpang di Bandara Hang Nadim Batam.

Taksi Online Kerap Alami Persekusi di Bandara Hang Nadim, Ini Aturan Main Jika Ingin Jemput Orang
DOKUMENTASI
Bandara Hang Nadim Batam 

Diduga pengemudi taksi online hendak mengambil penumpang, faktanya mereka hanya berniat untuk menjemput keluarganya dari Bandara Hang Nadim Batam.

"Kami setuju taksi online itu dilarang mengambil penumpang di Bandara Hang Nadim. Tapi kalau untuk menjemput keluarga saja dilarang, itu yang saya tak setuju," katanya.

Sementara itu, saat ini taksi konvensional yang beroperasi di Bandara Hang Nadim Batam berjumlah 267 yang aktif.

Hal tersebut dinilai berlebih, yang mengakibatkan persaingan semakin tajam. Sehingga rawan terjadi gesekan.

"Itulah yang sering terjadi gesekkan," jelasnya.

FOLLOW JUGA :

Sementara itu, Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Bandara Hang Nadim, Suwarso mengakui bahwa dirinya bertemu dengan Ombudsman.

Intinya pertemuan dengan Ombudsman Kepri bukan melakukan tanda tangan kesepakatan.

"Kita hanya membuat klarifikasi terkait persoalan persekusi taksi online memasuki Bandara Hang Nadim," tegas Suwarso, Jumat (18/1/2019).

Sementara itu, perihal jumlah armada taksi konvensional yang beroperasi di Bandara Hang Nadim sebanyak 267, ia menyebutkan sudah mencukupi, ideal, dan tidak berlebih.

"Jumlah taksi yang beroperasi di Bandara Hang Nadim sudah mencukupi. Makanya tidak membenarkan adanya taksi online untuk menjemput penumpang," sesalnya. (rus)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved