KONGRES PSSI

Edy Rahmayadi Mundur, Muncul Tuntutan Kongres Luar Biasa PSSI, Begini Reaksi Joko Driyono

Tidak lama setelah Joko Driyono dtiunjuk sebagai Ketua Umum PSSI, muncul wacana agar digelar Kongres Luar Biasa (KLB)

Edy Rahmayadi Mundur, Muncul Tuntutan Kongres Luar Biasa PSSI, Begini Reaksi Joko Driyono
TWITTER/PSSI
Joko Driyono ditunjuk jadi Ketua Umum PSSI Setelah Edy Rahmayadi mundur 

Menurut Edy, langkah mengundurkan diri itu adalah bentuk pertanggungjawaban dirinya kepada publik sepak bola Indonesia yang telah menaruh harap.

"Saya nyatakan hari ini saya mundur dari posisi ketua. Dengan syarat, jangan khianati PSSI ini," kata Edy Rahmayadi dalam pidato tersebut.

"Jangan karena satu hal lain terus kita bercokol merusak rumah besar ini. Saya mundur bukan karena saya tidak bertanggungjawab," tutur Edy.

Akan tetapi, beberapa jam setelah Edy Rahmayadimengumumkan pengunduran dirinya, ada kejanggalan yang tersebar di media sosial.

Akun Twitter @MafiaWasit mengunggah foto yang menunjukkan surat pemberhentian Edy Rahmayadi sebagai Ketua Umum PSSI.

Dalam surat yang ditujukan kepada Komite Eksekutif (Exco) PSSI itu, berisi ungkapan kekecewaan terhadap kepemimpinan Edy Rahmayadi.

Surat yang diklaim berasal dari Delegasi dan Pemilik Hak Suara dalam Kongres PSSI itu pun mendesak exco untuk memberhentikan Edy Rahmayadi.

Berikut bunyi surat tersebut:

"Kepada Yth

Komite Eksekutif PSSI(Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia)pada Kongres PSSIdi Bali

Salam Sepak bola,

Berdasarkan Mosi Tidak Percaya terhadap Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi yang kami nyatakan secara tertulis (terlampir) dan sampaikan dalam Kongres PSSI di Bali hari Minggu, tanggal 20 Januari 2019.Kami yang bertanda tangan di bawah ini adalah Delegasi dan Pemilik Hak Suara dalam Kongres PSSI berdasarkan Statuta PSSI Pasal 1 juncto Pasal 23, selanjutnya

Mengamanatkan kepada:Komite Eksekutif PSSI yang mempunyai kewenangan berdasarkan Statuta PSSI Pasal 36 juncto Pasal 38 untuk:

Memberhentikan:Edy Rahmayadi dalam jabatannya sebagai Ketua Umum PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia)."

Dalam surat tersebut, Edy Rahmayadi disebut diberhentikan dari jabatan Ketua Umum karena mosi tidak percaya dari voterPSSI.

Akan tetapi, kalimat tersebut bertentangan dengan pernyataan Edy Rahmayadi yang mengungkapkan bahwa dirinya mundur tanpa paksaan.

Halaman
1234
Editor: nandrson
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved