BREAKING NEWS. Kapal Nelayan Karimun Tenggelam di Papua, 13 ABK Hilang, 4 Ditemukan Tewas
Selang satu hari dari peristiwa nahas itu, 4 korban ditemukan, salah satunya Tju Mengatakan, warga Karimun yang bertugas sebagai nakhoda
TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Kapal nelayan asal Tanjungbalai Karimun dilaporkan tenggelam di sekitar perairan Papua.
Keseluruhan kru kapal berjumlah 13 orang dilaporkan hilang.
Dari 13 orang korban, dua diantaranya adalah warga Karimun atas nama Tju Meng dan Jemi Yanto.
Selang satu hari dari peristiwa nahas itu, 4 korban ditemukan, salah satunya Tju Mengatakan, warga Karimun yang bertugas sebagai nakhoda.
Malangnya, keempat korban yang ditemukan tersebut sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Senin (28/1/2019) malam sekitar pukul 23.30 WIB, jenazah Tju Meng dipulangkan ke Tanjungbalai Karimun.
• Update Kapal Nelayan Karimun Tenggelam di Papua, 2 Warga Karimun Jadi Korban
• Harga Emas Antam Turun Rp 3.000, Simak Daftar Harga Emas Terbaru Selasa (29/1)
• Viral Cuitan Kaesang Pangarep Tak Diajak Keluarga Jokowi Tampil di TV, Begini Respon Warganet
• Sekilo Rp 150 Ribu, Harga Ikan Dingkis di Batam Mulai Merangkak Naik Jelang Imlek
• Sebentar Lagi Dilaksanakan, Ini Dia Nominasi berikut Nominator Korean Music Awards ke 16 !
Alfian, sopir mobil ambulance Puskesmas Tanjungbalai Karimun ketika dihubungi membenarkan jenazah Tju Meng telah dipulangkan ke Karimun.
"Iya, saya sendiri yang jemput tadi malam di pelabuhan. Sampai sekitar pukul 23.30 WIB," kata Alfian kepada TribunBatam.id, Selasa (29/1/2019).
Alfian mengaku dirinya hanya membawa satu jenazah yakni Tju Meng, sedangkan warga Karimun lainnya atas nama Jemi Yanto belum ditemukan.
Berdasarkan informasi, kapal Lang 01 yang dinakhodai mendiang Tju Meng berlayar dari Tanjungbalai Karimun.
Kapal jaring itu tenggelam di sekitar perairan muara Sungai Digoel, Papua pada 24 Januari 2019.
Kapal berbobot 71 gross tonase itu diduga karam dihantam gelombang laut tinggi.
Warga Karimun
Kapal nelayan bernama Lang 01 asal Tanjungbalai Karimun dilaporkan mangalami musibah tenggelam di sekitar perairan Papua pada 24 Januari lalu.
Keseluruhan kru kapal yang berjumlah 13 orang dilaporkan turut hilang, dua diantaranya asal Karimun, sisanya asal Pulau Jawa.
Dua warga Karimun yang turut menjadi korban atas nama Tju Meng dan Jemi Yanto.
Tju Meng bertindak selaku nakhoda sementara Jemi Yanto berposisi sebagai Kepala Kamar Mesin atau KKM.
Kasat Polair Polres Karimun, Iptu Sahata Sitorus ketika dihubungi membenarkan kabar tersebut. Ia menduga kapal nelayan Lang 01 karam setelah dihantam angin puting beliung.
"Iya, informasinya kena puting beliung di Papua," ujar Iptu Sahata Sitorus, Selasa (29/1).
Selang satu hari dari peristiwa nahas itu, 4 korban akhirnya ditemukan, salah satunya Tju Meng warga Karimun.
Sementara Jemi Yanto bersama 8 korban lainnnya belum diperoleh kabar keberadaannya.
Keempat korban yang ditemukan tersebut sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Pada Senin (28/1/2019) malam sekitar pukul 23.30 WIB, jenazah Tju Meng akhirnya tiba di pelabuhan Sri Tanjung Gelam, jalan Nusantara, Tanjungbalai Karimun.
Jenazah Tju Meng dibawa menggunakan speedboat bernama Superamin dari Kota Batam.
Begitu tiba di pelabuhan Sri Tanjung Gelam, jenazah Tju Meng kemudian dibawa menggunakan mobil ambulance Puskesmas Tanjungbalai Karimun.
Alfian, sopir ambulance Puskesmas Tanjungbalai Karimun ketika dihubungi Tribun, membenarkan jenazah Tju Meng telah dipulangkan ke Karimun.
Bahkan Alfian mengaku dirinya langsung menjemput dari pelabuhan Sri Tanjung Gelam menggunakan mobil ambulance Puskesmas Tanjungbalai Karimun.
"Iya, saya sendiri yang jemput tadi malam di pelabuhan KPK (Sri Tanjung Gelam, red). Sampai sini sekitar pukul 23.30 WIB," kata Alfian, Selasa (29/1).
Alfian mengatakan tidak melihat langsung kondisi jenazah warga Kampung Tanjung, Kelurahan Tanjungbalai Karimun itu, mengingat sudah dalam kondisi terbungkus.
"Cuma satu, satunya lagi (Jemi Yanto, red) katanya belum ketemu. Jenazah Tju Meng disemayamkan di rumah duka Tionghoa di Puakang," kata Alfian.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, diketahuinya kapal nelayan Lang 01 asal Tanjungbalai Karimun menjadi korban setelah kapal ditemukan dalam kondisi kosong tanpa kru di sekitar perairan Merauke, Papua.
Diduga kuat kapal karam setelah dihantam gelombang tinggi saat hendak masuk ke perairan muara Sungai Digoel.
"Kapalnya kosong tanpa ada orang, dari situ orang-orang curiga, jangan-jangan kapal ini kenapa-kenapa, saat ditelusuri benar, kapalnya kena musibahditemukan perta tenggelam di sekitar perairan muara Sungai Digoel, Papua pada 24 Januari 2019.
Kapal berbobot 71 gross tonase itu diduga karam dihantam gelombang laut tinggi.
Nama ABK
1) Tjung Meng (Nahkoda) 55 tahun warga Karimun
2) Jemi Yanto (KKM) warga Karimun
3) Muhammad Imam Jumali
4) Arifudin
5) Naseran
6) Abu Bakar
7) Herman
8) Jai
9) Sidik
10) Hasanudin
11) Sulem
12) Mulyono
13) Kamdan Pratama (yah)