IMLEK 2019
IMLEK 2019 - Aneka Tradisi Persiapan Warga Tionghoa Menyambut Tahun Baru Imlek
Tradisi warga Tionghoa dalam menyambut Tahun Baru Imlek 2019, Berbagai persiapan perayaan dilakukan oleh warga Tionghoa
"Itu sifatnya tidak wajib, hanya sifatnya kesukaan masing-masing," ujar dia.
Hermawan sendiri yang membuat rangkaian pohon itu di dalam rumahnya hingga terlihat cantik.
Dia merangkai bunga satu persatu ke tangkai.
Selain pohon mei huwa, keberadaan tebu yang dipajang di belakang pintu rumah juga mulai jarang dijumpai.
Tebu, kata dia, adalah simbol kemakmuran, namun kini mulai ditinggalkan.
"Dulu tradisi (Imlek) itu tiap rumah tangga di belakang pintu dikasih tebu. Sekarang tidak lagi, karena generasi (saat ini) tak mau repot. Kalau lihat di pasar malam (Semawis), pasti ada bapak-bapak yang jualan tebu, itu maksudnya dibeli rumah tangga lalu ditaruh di belakang pintu. Itu lambang pengayoman, lambang keselamatan," tambah dia.
"Tebu sebagai pengayom manusia," ujar dia lagi.
Namun, di luar itu, kata dia, tradisi mempersiapkan kuliner, hiasan rumah, hingga pernak pernik lain sebagian masih dipraktikan.
Dalam perayaan Imlek di Semarang, misalnya, rumah tangga harus menyediakan kue keranjang.
Namun, untuk kuliner yang lain, sesuai dengan kemampuan keluarga.
"Imlek, makanan serba manis. Kalau manis, lambang bahagia dan enak," ujar dia.
"Yang khusus itu kue keranjang, yang sekarang sudah dijual dengan macam bervariasi. Itu buatan tepung ketan. Bisa disimpan selama 1 tahun," ujar dia. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Aneka Tradisi Persiapan Warga Tionghoa Menyambut Imlek..."