DAMPAK TIKET PESAWAT MAHAL

Penumpang Pesawat dari Batam Makin Sepi, Suwarso: Biasanya 7.000 Sehari Kini Cuma 5.000

Direktur Badan Usaha Bandar Udara (Bubu) Hang Nadim, Suwarso mengungkapkan, saat ini jumlah penumpang di Bandara Hang Nadim menurun drastis.

Penumpang Pesawat dari Batam Makin Sepi, Suwarso: Biasanya 7.000 Sehari Kini Cuma 5.000
TRIBUNBATAM/EKO SETIAWAN
Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim Suwarso 

Penumpang Pesawat dari Batam Makin Sepi, Suwarso : Biasanya 7.000 Sehari Kini Cuma 5.000

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Jumlah pengunjung keberangkatan maupun kedatangan di Bandara Hang Nadim menurun drastis pasca diterapkannya tiket berbayar dan meningkatnya harga tiket pesawat.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Badan Usaha Bandar Udara (Bubu) Hang Nadim, Suwarso.

"Dampaknya memang tidak hanya di Bandara Hang Nadim. Bahkan di bandara seluruh Indonesia sejak diberlakukannya tarif bagasi berbayar. Jauh sangat menurun dan berdampak di dunia penerbangan baik di Batam maupun di bandara lain," ujar Suwarso kepada Tribun di ruang kerjanya, Jumat (8/2/2019).

Diakuinya efek yang terjadi adalah efek domino.

Mulai dari kalangan porter, wraping, bagasi dan pembeli oleh-oleh di Lantai 2.

Semua mengaku resah tentang kebijakan yang dilakukan oleh airlines ini.

Tiket Pesawat Mahal, Dari Pekanbaru Mau ke Bintan, Seorang Bule Pilih Lewat Singapura

Pesawat Lion Air Kosong, Padang ke Jakarta Diisi 3 Penumpang, Begini Jawaban Manajemen

Pesawat Lion Air Kosong Akibat Harga Tiket Naik dan Bagasi Berbayar, 5 Flight Dibatalkan

Kenapa Lion Air Paling Banyak Batalkan Penerbangan dari Batam? Ternyata Ini Penyebabnya

FOLLOW JUGA :

 

"Merugikan sekali. Biasanya Bandara Hang Nadim dapat melayani penumpang yang berangkat di atas 7.000 di hari normal, setelah diberlakukan turun sampai 5.000.

Memang selama seminggu ada kenaikan sedikit mencapai 6.000. Tapi memang terlalu jauh menurunnya," tutur Suwarso.

Suwarso berharap dalam hal ini pemerintah dapat mengevaluasi kebijakan bagasi berbayar tersebut.

Halaman
12
Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved