DAMPAK TIKET PESAWAT MAHAL

Tak Ada Penumpang, 9 Penerbangan Lion Air dari Batam Jumat (8/2) Dibatalkan

Hari ini, Jumat (8/2/2019) 9 penerbangan maskapai Lion Air dari Bandara Hang Nadim dibatalkan karena tak ada penumpang.

Tak Ada Penumpang, 9 Penerbangan Lion Air dari Batam Jumat (8/2) Dibatalkan
KOMPAS.COM
Pesawat Lion Air 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Direktur Badan Usaha Bandar Udara (Bubu) Hang Nadim, Suwarso mengungkapkan, ada 11 penerbangan dari bandara Hang Nadim Batam yang dibatalkan, Jumat (8/2/2019).

Dari 11 penerbangan tersebut, 2 penerbangan dari maskapai Garuda Indonesia dan 9 penerbangan lainnya adalah penerbangan maskapai Lion Air.

"Sebenarnya mengurangi jadwal penerbangan. Contoh Garuda Indonesia biasanya ada 6 penerbangan sekarang dikurangi 2 karena tak ada penumpang," kata Suwarso.

Selain itu, Suwarso juga menambahkan sejauh ini masih saja ada beberapa penumpang yang mengomel saat dimintai biaya bagasi, tetapi dia masih tetap bayar.

Namun, untuk barang yang ditinggal di bandara karena tak mau bayar bagasi sudah tak ada lagi. 

Sementara itu, mengenai dampak kenaikan harga tiket pesawat dan bagasi berbayar, Suwarso mengakui jika jumlah penumpang keberangkatan maupun kedatangan di Bandara Hang Nadim menurun drastis.

Tiket Pesawat Mahal, Dari Pekanbaru Mau ke Bintan, Seorang Bule Pilih Lewat Singapura

Bandara Hang Nadim Sepi, Penumpang: Mahal Banget Tiket Batam ke Pekanbaru Hampir Rp 800 Ribu

Kenapa Lion Air Paling Banyak Batalkan Penerbangan dari Batam? Ternyata Ini Penyebabnya

FOLLOW JUGA:

"Dampaknya memang tidak hanya di Bandara Hang Nadim. Bahkan di bandara seluruh Indonesia sejak diberlakukannya tarif bagasi berbayar. Jauh sangat menurun dan berdampak di dunia penerbangan baik di Batam maupun di bandara lain," ujar Suwarso kepada Tribun di ruang kerjanya, Jumat (8/2/2019).

Diakuinya efek yang terjadi adalah efek domino.

Mulai dari kalangan porter, wraping, bagasi dan pembeli oleh-oleh di Lantai 2.

Semua mengaku resah tentang kebijakan yang dilakukan oleh airline ini.

Halaman
12
Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved