Minggu, 3 Mei 2026

Hotel Terbakar, 17 Orang Tewas, Termasuk Ibu dan Anak Meloncat dari Lantai 4

Para korban tewas termasuk seorang wanita dan seorang anak yang melompat dari jendela hotel untuk menghindari kobaran api sebelum subuh.

Tayang:
Hindustan Times
Hotel terbakar di Delhi, India, 17 tewas 

TRIBUNBATAM.id, NEW DELHI - Sedikitnya 17 orang tewas ketika kebakaran terjadi di sebuah hotel murah di Delhi, Selasa (12/2/20119)

Para korban termasuk seorang wanita dan seorang anak yang melompat dari jendela untuk menghindari kobaran api yang terjadi sebelum subuh.

Sebagian besar tamu sedang tidur pada saat kebakaran terjadi dan mati lemas karena asap.

Tiga warga Myanmar yang menginap di hotel itu juga dilaporkan hilang, jaringan berita NDTV melaporkan.

Api dilaporkan membakar bagian atas Hotel Arpit Palace yang terletak di bagian padat ibukota India.

Para tamu di hotel yang populer bagi kalangan turis karena tarifnya yang murah terjebak di cdalam kobaran api yang cepat membesar karena rangka bangunan hotel tersebut terbuat dari panel kayu.

Selain korban tewas, empat orang juga terluka dalam insiden itu.

Diperkirakan sekitar 120 orang berada di dalam hotel yang dibangun sekitar 25 tahun yang lalu itu.

"Kami telah mengkonfirmasi dengan pihak rumah sakit bahwa jumlah korban menionggal 17 orang, termasuk seorang anak," kata Sunil Choudhary, seorang pejabat pemadam kebakaran, seperti dilansir TribunBatam.id dari Kantor Berita AFP.

GC. Misra, direktur pemadam kebakaran Delhi mengatakan bahwa kobaran api telah dikendalikan dan pihaknya berhasil mengevakuasi 35 orang dalam kondisi selamat.

Tim pemadam kebakaran mengerahkan 25 unit mobil pemadam kebakaran.

Hotel ini berada di distrik Karol Bagh, pusat komersial sibuk dengan gang-gang sempit dan kabel-kabel listrik menjuntai di atas kepala.

Di kawasan itu berdiri ratusan hotel, toko, dan kantor, yang selalu penuh dengan turis dan pembeli sepanjang waktu.

Tiga keluarga besar termasuk di antara yang tewas.

Mereka berjumlah 13 orang dari negara bagian Kerala selatan yang datang ke Delhi untuk menghadiri pesta pernikahan keluarganya.

Menteri Dalam Negeri India, Satyendra Jain mengatakan kepada wartawan bahwa hotel tersebut diduga melanggar aturan karena membangun lantai tambahan, dengan teras yang digunakan sebagai restoran udara terbuka di bagian atas.

Satyendra juga memrintahkan Pemadam kebakaran untuk memeriksa hotel dan bangunan lain yang tidak memenuhi standar keselamatan di Delhi.

Kebakaran ini juga menjadi tamparan bagi pemerintah karena peristiwa seperti ini sudah sering terjadi.

Restoran di atap hotel yang diduga menjadi sumber api (India Today)

Standar keselamatan gedung-gedung ini buruk sementara penegakan regulasi sangat lemah.

Aktivis mengatakan, pemilik bangunan sering mengubah rancangan pembangunan untuk menambah ruang dan meraih keuntungan yang lebih besar sehingga mengabaikan aturan keselamatan.

Banyak perusahaan komersial di kota ini tidak memiliki pintu darurat atau peralatan pemadam kebakaran.

Satyendra Jain mengatakan, hotel-hotel dan perusahaan serupa seharusnya tidak melebihi empat lantai di daerah itu.

"Hotel ini dibangun hingga enam lantai dan menjadikan lantai atas swebagai restoran terbuka. Ini kelalaian fatal,” katanya.

Perdana Menteri Narendra Modi ikut menyatakan belasungkawa atas musibah ini melalui akun Twitter.

Kebakaran gedung sering terjadi di kota-kota besar di India di mana jutaan orang tinggal di properti yang sempit dan bobrok.

Pada bulan Desember 2018, delapan orang tewas ketika api menelan sebuah rumah sakit di Mumbai.

Pada 2017, 14 orang terbunuh, juga di Mumbai, ketika kobaran api besar melalap melalui sebuah restoran populer.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved