Minggu, 26 April 2026

HEADLINE TRIBUN BATAM - Jokowi Ungkit Lahan Prabowo Saat Debat II Capres

Dalam beberapa sesi, Jokowi seakan balik “menyerang” dengan menguak hal-hal yang dekat dengan kepentingan Prabowo maupun keluarganya.

TRIBUNBATAM.ID/WAHYU INDRIANTO
Headline Tribun Batam Edisi 18 Februarai 2019 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Acara Debat II Calon Presiden RI, yang mengangkat tema Infrastruktur, Pangan, Energi, Sumber Daya Alam dan Lingkungan, di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2) malam kembali menyuguhkan tontonan yang seru.

Baik capres nomor urut 01 Joko Widodo maupun capres nomor urut 02 Prabowo Subianto saling serang.

Dalam debat itu Prabowo masih mengangkat materi kritik-kritik lama. Menanggapi berbagai kritik, Jokowi memberikan jawaban-jawaban menohok.

Bahkan dalam beberapa sesi, Jokowi seakan balik “menyerang” dengan menguak hal-hal yang dekat dengan kepentingan Prabowo maupun keluarganya.

Yang cukup menarik ketika Jokowi menanggapi kritik Prabowo soal pembagian sertifikat tanah kepada masyarakat. Jokowi menjawab kritik tersebut sambil menyinggung kepemilikan lahan Prabowo yang sangat luas.

Jokowi memaparkan program pembagian lahan kepada masyarakat selama ini tidak lepas dalam kerangka reformasi agraria.

Jika Kembali Terpilih Jadi Presiden, Ini Janji dan Mimpi Jokowi

Backbone hingga Unicorn, Istilah yang Jadi Viral di Medsos Usai Debat Capres 2019, Apa Artinya?

Ledakan di Nobar Debat Capres Kedua, Polisi Jelaskan Penyebab Ledakan

Fakta-fakta Terkait Ledakan yang Hebohkan Debat Capres Minggu Malam, Merusak Pohon, Mobil dan Motor

Jokowi menuturkan dalam dua tahun ini pemerintahannya membagikan konsensi-konsensi sebesar 2,6 juta hektar dari 12,7 juta hektar yang disiapkan lewat perhutanan sosial untuk masyarakat adat, hak ulat, petani dan nelayan.

Pemerintahannya juga mendampingi masyarakat yang mendapat konsensi agar tanah-tanah yang diberikan menjadi produktif.

"Untuk apa? Agar mereka memiliki hak hukum atas tanah. Dengan sertifikat ini bisa digunakan untuk jaminan, agunan, jaminan di bank. Sisi akses ke sektor keuangan juga mereka miliki. Inilah pentingnya redistribusi agraria, 12,7 harus terdistribusi secara baik, bukan ke yang besar-besar," ujar Jokowi.

Namun, Prabowo punya cara pandang lain. Prabowo menilai kebijakan ini tidak tepat. Apa yang dilakukan Jokowi dan pemerintahannya akan menarik dan populer untuk dua generasi, tapi tanah Indonesia akan habis.

"Jadi kalau Bapak bagi-bagi sertifikat 12 juta, 20 juta, pada saatnya nanti tidak akan ada lagi yang bisa kita bagi. Bagaimana nanti masa depan anak-anak dan cucu kita? Strategi kami berbeda. Kami strateginya UUD pasal 33," kata Prabowo.

Jokowi menjawab kritik itu lebih lugas. Menurut Jokowi, pihaknya tidak membagikan sertifikat pada lahan-lahan besar.

"Kami tidak memberikan kepada yang gede-gede. Saya tahu Pak Prabowo memiliki lahan yang sangat luas di Kalimantan Timur sebesar 220 ribu hektare, juga di Aceh Tengah 120 ribu hektare," ujar Jokowi.

"Saya hanya ingin menyampaikan pembagian-pembagian seperti ini tidak dilakukan masa pemerintahan saya," sambung Jokowi.

Jokowi yang menguak lahan milik Prabowo langsung disambut riuh para pendukung. Bahkan usai debat capres, masalah tersebut langsung tranding dan ramai diperbincangkan di media.

Benarkah data yang diungkap Jokowi? Akhirnya sebelum menutup pernyataan penutup debat kedua capres, Prabowo pun tak bisa mengelak atas data yang dibeberkan rivalnya.

Prabowo mengaku menguasai ratusan ribu lahan di Kalimantan Timur dan Aceh Tengah.

"Itu benar. tapi itu HGU (hak guna usaha), itu milik negara," ujar Prabowo. "Setiap saat negara bisa ambil kembali. Kalau untuk negara, saya rela kembalikan itu semua," tambahnya.

"Tapi daripada jatuh ke orang asing, lebih baik saya yang kelola karena saya nasionalis dan patriot," pungkas Prabowo yang lagi-lagi disambut riuh sorakan.

Yang Online-online itu?

Tema lainnya, revolusi industri 4.0 menjadi satu bahasan pada debat capres di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2). Momen menarik saat pembahasan revolusi industri 4.0 adalah respons Prabowo terhadap pertanyaan Jokowi.

"Infrastruktur apa yang akan Bapak bangun untuk mendukung pengembangan unicorn-unicorn Indonesia," tanya Jokowi kepada Prabowo Subianto.

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, Prabowo bertanya balik kepada Jokowi. "Yang Bapak maksud unicorn? Maksudnya yang online-online itu, iya, kan," tanya Prabowo.

Setelah mendapat anggukan Jokowi, Prabowo memaparkan pemikirannya untuk perkembangan unicorn di Indonesia. Jika terpilih, katanya, dia akan memangkas regulasi-regulasi yang menurut dia bisa memperlancar perkembangan unicorn rintisan di Indonesia.

"Kita kurangi regulasi, kurangi pembatasan karena mereka sedang giat-giatnya dan pesat-pesatnya berkembang. Saya akan dukung sebagai upaya memperlancar," kata Prabowo.

Menurut Prabowo saat ini para pelaku startup merasa terbebani oleh tambahan regulasi maupun pajak dari pemerintah dalam perdagangan daring. Namun demikian, ia menyambut baik perkembangan bisnis seperti itu karena luar biasa pesat dan memiliki peluang besar.

"Saya sangat mendukung hal seperti itu," ujar Prabowo.

Saat tiba saatnya mendapat giliran menanggapi, Jokowi dengan data yang fasih memaparkan saat ini ada empat unicorn di Indonesia. Ke depannya, pemerintahan Jokowi akan menyiapkan program 1000 startup baru.

"Nanti kita link dengan inkubator global. Kita juga membangun Palapa Ring di Indonesia Barat 100 persen selesai, Tengah 100 persen dan di Timur 90 persen selesai dan Insya Allah Juni nanti selesai," kata Jokowi.

Menurut catatan, dalam debat tersebut, maslah infrastruktur, perdagangan dan kebijakan impor menjadi tema yang panas diperdebatkan. Masalah yang diangkat oleh Prabowo merupakan tema-tema yang selama ini disampaikan dalam kampanye, bahkan debat capres sebelumnya. (Tribunnews/coz/deo)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved