Forum Taksi Konvensional dan Forum Taksi Online Resmi Sepakati 47 Titik Jemput Penumpang

Forum taksi konvensional beserta forum taksi online kembali lakukan pertemuan di Cafe John Seven, Batam, Senin (25/2/2019) pagi,

Forum Taksi Konvensional dan Forum Taksi Online Resmi Sepakati 47 Titik Jemput Penumpang
TRIBUNBATAM.id
Forum taksi konvensional beserta forum taksi online kembali lakukan pertemuan di Cafe John Seven, Batam, Senin (25/2/2019) pagi, 

Laporan Wartawan Tribun Batam Dipa Nusantara

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Forum taksi konvensional beserta forum taksi online kembali lakukan pertemuan di Cafe John Seven, Batam,  Senin (25/2/2019) pagi,

Pertemuan tersebut kembali membahas terkait titik jemput penumpang yang belum rampung pada pertemuan sebelumnya.

"Kita bahas masalah Red Zone atau titik jemput penumpang yang beberapa waktu lalu belum mencapai kesepakatan. Setelah ditinjau ulang oleh kedua belah pihak, akhirnya

kita sama-sama menyepakati 47 titik jemput," ujar Indra, salah satu perwakilan FK BUASKU ketika dihubungi Tribun Batam

Menurut informasi yang  Tribun dapatkan, FK BUASKU adalah singkatan dari Forum Komunikasi Badan Usaha Angkutan Sewa Khusus.

Agar Nyaman di Perjalanan, Hindari Duduk di Posisi ini Saat Bepergian dengan Pesawat

Coreng Dunia Pendidikan, Pemko Batam Pecat Dua Oknum Guru di Batam yang Tertangkap Sedang Nyabu

BKN Karimun Sudah Siapkan NIP Bagi 213 CPNS Hasil Tes 2018

Tips Mix and Match Pakaian dan Aksesoris, untuk Postur Tubuh Mungil agar Terlihat Lebih Tinggi

 

"Pada pertemuan kali ini dihadiri oleh 13 badan usaha ASK yang ada di Kota Batam. Tadi juga sudah dilakukan penandatanganan kesepakatan oleh kedua belah pihak, baik

taksi konvensional dan taksi online. Setelah menunggu, akhirnya ini bisa tercapai, termasuk tiga titik yang kemarin sempat masih dipertimbangkan," ujarnya lagi.

Tribun menghubungi pihak Dinas Provinsi Kepri, Frengki Willianto, selaku Kabid LLAJ.

"Pertemuan itu adalah inisiatif mereka. Sejauh ini belum ada untuk pertemuan selanjutnya terkait penerbitan izin yang akan segera terbit. Tergantung perkembangan dari

pertemuan tadi pagi. Dan kita juga masih mengharmonisasikan dengan instansi terkait (Samsat, Dispenda, Dishub Kota Batam), ujarnya.

Dari informasi yang TRIBUNBATAM.ID dapatkan, berikut ke 47 titik jemput yang akhirnya telah disepakati

1. Pelabuhan Sekupang Internasional, Domestik, serta Pelabuhan Pancung
2. Pelabuhan Harbour Bay
3. Pelabuhan Ferry Batam Center, Mega Mall, dan Harris Hotel
4. Bandara Hang Nadim
5. Marina Water Front
6. RS Harapan Bunda
7. DC Mall
8. BCS Mall
9. Kepri Mall
10. Top 100 Tembesi
11. Nagoya Hill Mall dan Hotel
12. Golden Gate Hotel
13. Hotel Travelodge
14. BCC Hotel
15. I Hotel
16. Hotel BCH, Debest Penuin Hotel
17. New Hotel
18. Gajah Mada
19. Ramayana Hotel
20. City Central Hotel
21. Evitel Hotel
22. Hotel 89
23. Grand View 99
24. Asrama Haji dan PIH
25. Hotel Kiren
26. Best Western Premiere (BWP)
27. Barelang Hotel
28. Davienna Hotel
29. Golden View
30. WODA Spa
31. Golden Prawn
32. Golden Bay
33. The Hill
34. Grand I Hotel
35. Aston Hotel
36. Sahid Hotel
37. Lovina Inn Penuin, Nagoya dan Batam Center
38. Pelabuhan Punggur
39. KTM Resort
40. Lucky Star Hotel/Cardinal
41. Amir Hotel
42. Sky Inn
43. RS Awal Bros

Dari 47 titik ini, para badan usaha ASK berharap Dishub Provinsi Kepri agar segera menerbitkan perizinan yang telah dijanjikan.

Usai Loncat Dari Lantai 3 Rutan, Yendrizal Pelaku Pembunuhan Ini Mulai Kehilangan Penglihatannya

Begini Cara Melihat Last Seen WhatsApp yang Disembunyikan, Ikuti 4 Langkah Mudah Ini

3 Bahan Alami Ini Mampu Cerahkan Kulit Wajah, Mudah Ditemukan Di Dapur Rumah Lagi, Apa Saja?

Mulai Hari Ini Tiket Kereta Api Lebaran Sudah Bisa Dipesan, PT KAI Siapkan 4 Kereta Tambahan

 

"Akhirnya rampung juga untuk titik jemput. Kita berterima kasih kepada pihak taksi konvensional sudah bersedia untuk kembali lakukan musyawarah bersama. Kedepan, Dishub Provinsi harus segera merespon ini. Agar wisatawan tidak resah lagi untuk menaiki transportasi online. Sekarang banyak wisatawan yang juga mengeluh kok mau order aja susah. Ya ini akibat perizinan masih belum dikeluarkan," ujar salah satu pengurus badan usaha ASK menutup pembicaraan. (dna)

Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved