Pembunuhan Sadis. Remaja Diperkosa, Wajahnya Dikuliti Lalu Dibuang di Lapangan. 3 Pria Diburu Polisi
Mayat wanita remaja bernama Christine Lee Silawan ini ditemukan dalam kondisi setengah telanjang. Mirisnya, wajah gadis itu dikuliti pelaku
TRIBUNBATAM.ID, CEBU - Kasus pembunuhan sadis terhadap seorang siswi SMA membuat geger Filipina.
Puluhan warga mengerumini jasad seorang siswi kelas 9 berusia 17 tahun di lapangan terbuka dalam kondisi tidak bernyawa di Barangay Bangkal, Kota Lapu-Lapu, Cebu.
Mayat wanita remaja bernama Christine Lee Silawan ini ditemukan dalam kondisi setengah telanjang tanpa celana.
Namun, yang paling membuat miris adalah, wajahnya dikuliti sehingga memperlihatkan tulang tengkoraknya.
• Tak Terkenal Lagi, Inilah 3 Artis Ini Pilih jadi Sopir Taksi Online, Ada Jebolah Indonesian Idol
• Penyebar Foto Syur Bidan Ditangkap, Pelakunya Ternyata Pegawai Kejaksaan Gadungan
• Video Detik-detik Perampok Bank BNI Lawan Puluhan Polisi Bersenpi, Viral di WhatsApp & Instagram
Polisi sedang mencari tiga pria yang diduga berada di balik pembunuhan mengerikan pada Christine yang diyakini telah diperkosa sebelum dibunuh dan dibuang ke tanah kosong tersebut.
Ketiga lelaki itu adalah orang terakhir yang terlihat bersama siswa Kelas 9 sebelum ditemukan tewas oleh orang yang lewat pada Senin pagi, kata Kolonel Polisi Lemuel Obon, direktur kepolisian Kota Lapu-Lapu.
“Kami memiliki saksi yang mengatakan tiga pria terlihat bersama korban. Kami sekarang melacak keberadaan mereka,” katanya, seperti dilansir TribunBatam.id dari Philippine Inquirer.
Silawan, warga Sirio Soong I di Barangay Mactan, Lapu-Lapu, tidak kunjung pulang pada hari Minggu setelah dia meminta izin ibunya untuk pergi ke gereja.
Obon mengatakan, korban adalah seorang kolektor selama Misa Minggu di gereja tersebut.
Ibu yang khawatir melaporkan kepada polisi bahwa putrinya tidak pulang hingga Minggu malam, pukul 19.00 waktu setempat.
Pada Senin pagi, polisi menerima laporan temuan mayat seorang wanita muda yang dibuang ke tanah kosong di Bangkal.
Polisi kemudian memberi tahu ibu gadis itu dan sang ibu membenarkan bahwa mayat tersebut adalah putrinya, dilihat dari pakaian yang ia kenakan.
Obon meyakini gadis itu diperkosa sebelum dibunuh, namun polisi belum membuat kesimpulan resmi sebelum otopsoi jasad Christine.
Polisi menduga, para pelaku di bawah pengaruh obat-obatan terlarang atau minuman keras sehingga tega melakukan kejahatan yang tergoloong sadis tersebut.
Para penyidik dari Kantor Polisi Kota Lapu-Lapu mengatakan kepada Sunstar bahwa Silawan terakhir terlihat pada pukul 4 sore, Minggu.
Silawan bekerja untuk Paroki Hati Kudus di Barangay (Desa) Pajac sebagai pengumpul gereja, Sunstar melaporkan.