Breaking News:

BATAM TERKINI

Tak Mempan Diusir Pakai Sirine, Dinas Perhubungan Batam Derek 2 Mobil Karena Parkir Sembarangan

Cuma beda satu jam, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam kembali menderek satu unit mobil merk Daihatsu Xenia di depan kantor Imigrasi Batam.

TRIBUNBATAM.ID/DIPA NUSANTARA
Dinas Perhubungan Batam kembali menderek sebuah mobil yang parkir sembarangan di depan Kantor Imigrasi Batam, Rabu (13/3/2019). 

TRIBUNBATAM.ID, BATAM - Cuma beda satu jam, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam kembali menderek satu unit mobil merk Daihatsu Xenia di depan kantor Imigrasi Kelas I Kota Batam pada Rabu (13/3/2019) sekitar pukul 13.30 WIB.

Hal tersebut merupakan tindakan kedua yang Dishub Kota Batam lakukan, setelah beberapa menit sebelumnya menderek mobil Daihatsu Terios, pada pukul 12.30 WIB.

"Gak ada kapoknya. Kami langsung ambil tindakan tegas saja, karena sebelumnya sudah kami himbau melalui sirene dan sound dalam mobil milik kami. Tapi gak ada tindakan lanjutan dari pemilik," ujar Serman, salah satu petugas Dinas Perhubungan Kota Batam kepada TRIBUNBATAM.ID.

Mobil Daihatsu Xenia tersebut bernomor polisi BP 1405 GS. Diperkirakan mobil tersebut telah terparkir lebih dari 10 menit, sesuai ketentuan yang telah ditetapkan maka mobil harus diderek.

"Ya, kami kan sudah beri peringatan. Lebih dari 10 menit, langsung di derek saja. Itu kan amanat perda yang sudah kami pasang tepat di area sekitar gedung dewan," ucap Serman lagi sambil menunjuk titik pemasangan peringatan yang dimaksud.

Dalam spanduk peringatan yang dipasang, tertulis dengan jelas bahwa kendaraan yang di derek sesuai dengan amanat peraturan daerah (perda) nomor 3 tahun 2018 tentang penyelenggaraan dan retribusi parkir.

Perebutkan Hadiah Rp 61 Juta, 1.870 Jong Ramaikan Lomba Jong di Pantai Mak Dare Nongsa Batam

PRABOWO KE BATAM - Disambut Tabuhan Marching Band, Prabowo Subianto Tiba di Ocarina Batam Jam 14.00

VIDEO - Parkir Sembarangan, Sebuah Mobil Terios Kena Derek Dinas Perhubungan Batam, Rabu (13/3)

Nekat Tinggal 3 Anak di Kampung, Simak Curhatan Pasutri yang Terciduk Aparat Karena Kasus TKI Ilegal

PRABOWO KE BATAM - Ikuti Aturan Bawaslu, Panitia Larang Massa Ajak Anak ke Area Kampanye Prabowo

"Itu nanti diberikan semacam surat pemindahan kendaraannya yang diderek. Setelah menerima itu, langsung dibayarkan di Bank Riau Kepri. Setor tunai ya, gak bisa via transfer. 24 jam awal, Rp 500 ribu, 24 jam berikutnya dan seterusnya, jika belum diambil akan berlaku denda Rp 200 ribu," terang Serman kepada TRIBUNBATAM.ID.

"Jadi lebih bagus cepat diurus, biar tidak berlipat terlalu besar pembiayaannya," tambahnya lagi.

Menurut pantauan TRIBUNBATAM.ID, terlihat banyak pemilik kendaraan yang dengan arogannya memarkirkan kendaraan di sembarang tempat.

Akibat hal tersebut, maka Dinas Perhubungan Kota Batam harus mengambil tindakan tegas.

"Kalau tidak begini, maka semuanya bakal sembarangan terus. Kami harus menyikapinya segera," tutup Serman.

Di tempat terpisah, TRIBUNBATAM.ID menemui salah satu pedagang di sekitar kantor Imigrasi Kelas I Kota Batam.

Salah satu pedagang membenarkan bahwa banyak pemilik kendaraan yang bertindak arogan sehingga berakhir dengan penderekkan.

"Hari Senin kemarin saja, kalau tidak salah lima mobil yang diamankan, 3 mobil siang, 2 lagi sore. Suka sembarangan sih, padahal sudah diperingati," jelas Syamsuri, salah satu pedagang kepada TRIBUNBATAM.ID.

Sebelumnya, di hari yang sama, Rabu (13/3/2019), Dinas Perhubungan Kota Batam mengamankan satu unit mobil merk Daihatsu Terios berwarna putih akibat melanggar ketentuan parkir yang telah ditetapkan.

Hal ini berlangsung Rabu (13/3) pukul 12.30 WIB, tepatnya di depan Kantor Imigrasi Kelas I Kota Batam.

"Mobil ini telah terparkir selama satu jam lebih. Kami tidak tahu orangnya kemana," ucap J Leo salah satu petugas Dinas Perhubungan Kota Batam yang bertugas, kepada TRIBUNBATAM.ID.

Mobil dengan nomor polisi BP 1680 HE ini diketahui telah diparkirkan sejak pukul 11.00 WIB tadi.

"Kami kunci dulu ban mobilnya. Ini agar si pemilik mobil tidak bersikeras. Kalau dipaksa jalan, pecah itu ban. Jika mau ambil langsung ke kantor Dishub," ujar Serman, petugas dishub lainnya.

Usir Pakai Suara Sirine

Sebelumnya, Dinas Perhubungan juga telah menertibkan sejumlah mobil yang parkir sembarang tempat di depan kantor Imigrasi Batam Center, Senin (11/3/2019)  siang.

Mobil-mobil yang parkir sembarangan tersebut kocar-kacir saat diusir mobil patroli Dinas Perhubungan menggunakan raungan suara sirine.

Suara sirine mobil plat merah bernopol BP 46 C itu membuat para pengendara berlarian berhamburan.

Terlihat, tidak sedikit mobil yang parkir di sana bermburan keluar.

"Ini kan sudah dilarang parkir di sini. Jadi memang untuk ketertiban bersama,  tidak boleh parkir di sini. Dan sesuai Perda ada beberapa titik yang tak bisa parkir sembarang tempat," ujar seorang petugas.

Saat mobil itu berhamburan meninggalkan tempat parkirnya, suara sirine terus berbunyi.

Melihat hal itu, orang-orang yang berada di dekat lokasi tersebut kaget.

"Kirain tadi ada razia apa gitu. Ternyata patroli pengusir patroli parkir sembarang tempat," kata Eben seorang warga yang dekat sana.

Sebelumnya,  Dinas Perhubungan Kota Batam akan mulai menerapkan sanksi derek bagi kendaraan yang parkir sembarangan.

Kepala Dinas Perhubungan, Rustam Efendi mengatakan penerapan ini akan dilakukan setelah Peraturan Daerah resmi berlaku.

Dan setelah melalui proses sosialisasi terlebih dulu.

“Kita sosialisasi dulu sambil menunggu penomoran Perdanya. Mungkin satu bulan sosialisasinya,” kata Rustam belum lama ini.

Ia menjelaskan kendaraan yang parkir tidak pada tempatnya nanti akan diderek oleh Dishub.

Pemilik kendaraan akan dikenai biaya derek Rp 300 ribu ditambah administrasi denda Rp 200 ribu.

“Kalau bermalam, tambah lagi Rp 200 ribu per 24 jam. Berlaku kelipatan sampai 24 hari. Kalau tidak juga diambil, kendaraan akan dilelang,” ujarnya.

Selain proses derek, Perda yang baru disahkan DPRD Kota Batam ini juga mengatur tentang jam operasional parkir tepi jalan umum. Waktu pelayanan dan penarikan retribusi parkir umum ini diperpanjang dari aturan sebelumnya.

“Jam operasionalnya kalau dulu 06.00-20.00, diperpanjang jadi 06.00-22.00 WIB,” tutur pria yang baru dilantik menjadi Kepala Dinas Perhubungan definitif ini.

 Aturan lainnya yaitu mengenai drop off penumpang di tempat parkir khusus seperti mal dan sebagainya.

Sebelum ini, kendaraan yang masuk ke parkir khusus tetap harus bayar parkir walaupun hanya masuk sebentar.

Perda ini mengatur untuk kendaraan yang menurunkan penumpang, tidak dibebani biaya parkir seperti kendaraan lain.

Waktu yang diberikan yakni 15 menit untuk menurunkan penumpang.

“Untuk parkir khusus ini masuk ke pajak yang di Dispenda (Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah), bukan yang retribusi parkir tepi jalan umum,” kata dia.  (tribunbatam.id/dipa nusantara)

Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved