Senin, 27 April 2026

Ledakan Bom Sibolga Hancurkan Sejumlah Rumah, Warga Sekitar Terpaksa Mengungsi

Pemukiman warga disterilkan dalam radius 100 meter dari kediaman Husein alias Abu Hamzah alias Upang yang diledakkan istrinya.

Tribun Medan
Lokasi ledakan bom Sibolga menghancurkan sejumlah rumah, hanya 300 meter dari Pelabuhan Sambas yang akan diresmikan Presiden Jokowi 

TRIBUNBATAM.id, MEDAN - Ledakan bom di rumah terduga teroris yang menewaskan istri dan anaknya di Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga, meninggalkan dampak besar bagi warga sekitarnya.

Hingga saat ini, ratusan warga masih mengungsi.

Wilayah itu dilakukan sterilisasi oleh petugas karena takut masih ada sisa bahan peledak yang belum diamankan.

Pemukiman warga disterilkan dalam radius 100 meter dari kediaman Husein alias Abu Hamzah alias Upang tersebut karena ledakan bom yang meledak paling dahsyat di rumah tersebut, Rabu dini hari.

Terduga Teroris Ditangkap di Bagan Kota Rokan Hilir, Riau. Unggah Video Ledakan Saat Debat Capres

Negosiasi 10 Jam Gagal. Istri Terduga Teroris Pilih Ledakkan Diri Bersama 3 Anaknya di Sibolga

Ini Sosok Abu Hamzah, Terduga Teroris di Sibolga, Warga: Dia Disini Dikenal Upang

Seperti diketahui, istri terduga teroris Abu Hamzah tidak mau menyerah dalam negosiasi selama 10 jam dan kemudian meledakkan bom di rumah tersebut.

Istri Abu Hamzah tersebut tewas bersama anaknya di dalam rumah itu.

Tubuh ke dua orang itu hancur, bahkan ada yang menyebutkan bagian tubuhnya ada yang terpental hingga 70 meter.

Bom bunjuh diri tersebut adalah yang kedua dilakukan oleh Abu Hamzah setelah siang harinya, sekitar pukul 14.50 WIB, saat polisi hendak menggeledah rumah itu,l setelah menangkap Abu Hamzah.

Tidak hanya rumah Abu Hamzah, beberapa rumah warga di dekatnya juga porak-poranda.

Kerusakannya bertingkat mulai dari ringan hingga berat.

Dari sebuah foto udara terlihat beberapa rumah yang hancur di sekitar lokasi ledakan di kawasan padat penduduk tersebut.

Ratusan warga mengungsi

Sejak hari pertama ledakan, warga tidak bisa kembali ke rumah. Bahkan untuk ganti baju juga tak bisa lantaran kondisi membahayakan.

Banyak warga yang harus tidur di teras-teras tetangga yang yang tak terdampak. Mereka hanya beralaskan tikar karena tenda pengungsian belum dibangun.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved