Selasa, 21 April 2026

Penembakan di Trem Utrecht Tidak Terkait Terorisme. Ini Pernyataan Keluarga Gökmen Tanis

Belanda menerapkan status Ultrech siaga level 5, namun keluarga Gökmen Tanis di Turki mengklaim bahwa penembakan itu bukan terkait terorisme

net
Pelaku penembakan di Utrecht, terlihat menaiki trem sebelum melakukan aksi. 

TRIBUNBATAM.id - Penembakan di trem Utrecht mengguncang Eropa, Senin (18/3/2019) pagi. 

Tiga orang dilaporkan tewas dan lima lainnya luka-luka dalam aksi penembakan di dalam sebuah gerbong di dekat stasiun Kota Utrecht, Belanda, 

Polisi Belanda telah merilis pria yang diduga melakukan penembakan, yakni Gökmen Tanis, berusia 37 tahun asal Turki.

Setelah foto wajah Gökmen Tanis yang berasal dari CCTV trem dirilis, kota di selatan Amsterdam itu langsung seperti zona perang dan ratusan polisi dan pasukan antiteror memenuhi kota tersebut.

9 Fakta Pembunuhan Roni Hasibuan di Batam, Terungkap karena Gigi Palsu hingga Marlin Ditangkap

Utrecht Belanda Mencekam Seperti Zona Perang, Helikopter, Anjing Pelacak hingga Robot Dikerahkan

Polisi Belanda Rilis Wajah Pelaku Penembakan Trem di Utrecht. Ini Identitasnya

Belanda menduga serangan tersebut terkait terorisme karena terjadi tiga hari setelah penembakan bermotif rasialis menewaskan 50 orang di Christchurch, Selandia Baru, Jumat pekan lalu.

Namun, keluarga Gökmen Tanis di Turki mengklaim bahwa penembakan itu bukan terkait terorisme.

Dilansir kantor berita Turki Anadolu, keluarga Gökmen Tanis mengatakan bahwa penembakan itu dilakukan karena "masalah keluarga".

Suasana pengepungan sebuah blok apartemen di Utrecht pascapenembakan. Belum ada penangkapan.
Suasana pengepungan sebuah blok apartemen di Utrecht pascapenembakan. Belum ada penangkapan. (screengrab via DailyMail)

Lalu, kenapa muncul banyak korban?

Anggota keluarga Tanis mengatakan bahwa sasaran penembakan adalah kerabatnya sendiri, namun kemudian menembak orang lain yang mencoba ikut campur.

Belum ada tanggapan kepolisian Belanda terkait hal ini karena hingga saat ini Gökmen Tanis belum tertangkap.

Meski demikian, ke;polsian setempat sudah mencabut larangan keluar rumah pada pukul 16.30 waktu setempat (23.30 WIB).

Kerabat Tanis di Turki mengatakan kepada kantor berita bahwa pria berusia 37 tahun itu menembaki kerabatnya 'karena alasan keluarga' dan kemudian menembak orang lain yang berusaha melakukan intervensi.

Polisi Belanda menyebarkan foto Tanis empat menit sebelum kejadian, pukul 10.45 pagi dan meminta masyarakat untuk menghindari kontak dengan pria tersebut serta melaporkan ke polisi, jika melihatnya.

Terlibat kasus pemerkosaan

Sejumlah media Belanda, termasuk Algemeen Dagblad melaporkan bahwa Tanis sering terlibat kasus kriminal di negara itu.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved