Setahun Jadi Wagub Kepri, Isdianto Curhat Soal Kewenangan hingga Merasa Malu
Persis genap satu tahun H Isdianto menjabat wakil gubernur Kepri mendampingi Gubernur Kepri H Nurdin Basirun, Kamis (28/3/2019).
Penulis: Thom Limahekin | Editor: Agus Tri Harsanto
TRIBUNBATAM.id - Persis genap satu tahun H Isdianto menjabat wakil gubernur Kepri mendampingi gubernur Kepri H Nurdin Basirun, Kamis (28/3/2019).
Mengenang usia setahun jagung masa jabatannya, Isdianto justru merasa malu. Sebab, dia mengaku belum berbuat apa-apa.
"Sebenarnya saya merasa malu dengan diri sendiri dan seluruh masyarakat," ungkap Isdianto kepada awak media di rumah jabatannya, Gedung Daerah Tanjungpinang.
Adik almarhum gubernur Kepri HM Sani mengenang sebelum menjabat, dirinya sudah membuat niat untuk menjadi wakil gubernur sesuai keinginan masyarakat.
Namun, keinginan itu belum tercapai secara maksimal setelah setahun mendampingi gubernur Kepri dalam menjalani pemerintahan.
"Di hadapan keinginan masyarakat ini, ada keterbatasan-keterbatasan yang saya alami," ucap Isdianto.
• SIARAN ULANG Video Pertandingan Timnas Indonesia Garuda Select vs Dover FC, Nonton di SINI
Dia kemudian menceritakan hubungannya dengan Nurdin.
Dia mengatakan, memang tidak ada aturan tegas yang mengatur kewenangan wakil gubernur.
Namun, melihat wilayah Kepri yang didominasi oleh laut, roda pemerintahan itu tentu tidak bisa dijalani oleh gubernur seorang diri.
"Nah, saya ingin menjalankan pemerintahan ini dan keinginan masyarakat bersama-sama dengan pemimpin," ujar Isdianto.
Memang sesuai kewenangan, Isdianto menyadari tugas dan kewenangan untuk melakukan pengawasan internal pemerintahan.
Kewenangan lain sepenuhnya berada di tangan gubernur.
• Live Streaming Indosiar Persija vs Kalteng Putra Kamis (28/3) Jam 15.30 WIB, Wajib Kerja Keras
Akan tetapi, kenyataan di masyarakat sering berbicara lain.
Dia mencontohkan, masyarakat sering mengeluhkan permasalahan semisal mushola yang belum tuntas dibangun, jalan yang masih rusak dan dermaga yang belum dibangun secara permanen.
Jika dirinya diberi kewenangan untuk mengatasi masalah bersama-sama maka gubernur seorang diri misalnya tidak harus selalu turun ke daerah-daerah untuk menjaring persoalan masyarakat.
Sebab, ada wakil gubernur; kebijakan gubernur sama dengan kebijakan wakil gubernur, begitulah pula sebaliknya.
"Kan ada wakil gubernur. Nah, kalau tidak diatasi bersama-sama maka permasalahan ini tidak akan selesai secara baik," ucap Isdianto.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/isdianto-dan-pelajar-karimun.jpg)