BERITA BATAM

Terkait Pemerasan yang Dialami Istri Pengusaha Batam, Polisi Himbau Jangan Cepat Percaya Orang di FB

Media sosial menjadi tempat untuk setiap orang berekspresi. Namun jika tidak berhati-hati, media sosial juga dapat menjerumuskan seseorang kepada suat

Terkait Pemerasan yang Dialami Istri Pengusaha Batam, Polisi Himbau Jangan Cepat Percaya Orang di FB
ISTIMEWA
Kapolsek Nongsa Kompol Albet Sihite hadirkan Pelaku pemerasan Istri pengusaha asal Batam, Foto Bugil Istri Pengusaha Jadi Senjata pemerasan selama ini 
TRIBUNBATAM.ID, BATAM -  Media sosial menjadi tempat untuk setiap orang berekspresi. 
Namun jika tidak berhati-hati, media sosial juga dapat menjerumuskan seseorang kepada suatu permasalahan.
Inilah yang terjadi di Kota Batam baru-baru ini. Diketahui seorang wanita, NJ (47), menjadi korban tindak pemerasan.
NJ diperas oleh Yohanes Handoko alias Chun (46), pria paruh baya yang bertempat tinggal di Kabupaten Blitar, Jawa Timur.
Dalam laporan NJ kepada Polsek Nongsa, Chun meminta sejumlah uang kepada NJ dalam jumlah besar yaitu sebanyak Rp 380 juta.
Jika tidak diberikan, maka Chun akan menyebarkan foto telanjang NJ kepada publik.
Disebutkan pula bahwa awal perkenalan NJ dan Chun berawal dari jejaring media sosial, Facebook, sejak bulan Juli tahun 2015.
Terkait hal ini, TRIBUNBATAM.ID segera melakukan konfirmasi kepada Ipda Muhammad Hazaquan, S.TR.K, selaku Kanit Reskrim Polsek Nongsa.
"Benar, berawal dari Facebook. Laporannya sudah masuk ke kami sejak bulan Februari lalu," ujar Hazaquan.
Dari penjelasannya, Hazaquan menerangkan bahwa pada mulanya NJ merasa resah ketika terus menerus dimintai sejumlah uang dengan nominal yang tidak dapat dipenuhinya.
"Korban warga Batam. Cuma waktu itu, korban sedang melakukan transaksi via atm di ruko CNN Kabil. Mungkin karena resah, dia buat laporan ke Mapolsek Nongsa. Atas dasar ini, maka segera kami tindak lanjuti," terangnya lagi.
Hazaquan pun mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam bermedia sosial.
Ini dikarenakan modus kejahatan melalui jejaring media sosial cukup sering terjadi.
"Meneruskan himbauan dari Pak Sihite selaku Kapolsek Nongsa, diharapkan masyarakat lebih bijak dalam bermain media sosial. Jangan menautkan informasi yang sifatnya pribadi, yang dikemudian hari dapat menjadi celah untuk modus penipuan, pemerasan, pembunuhan, atau kasus pidana lainnya," ujarnya.
Saat ditanya mengenai hubungan antara NJ dan Chun, Hazaquan hanya menjawab seadanya saja sesuai keterangan yang telah dibuat.
"Sesuai keterangan yang ada, kemungkinan hubungan keduanya lebih dari teman bisnis. Bisa kita simpulkan demikian, cuma itu tidak ada kaitannya dengan penyidikan pidana pemerasan. Lebih jelasnya langsung ke Pak Kapolsek," jelasnya.
Sementara itu, ketika TRIBUNBATAM.ID mencoba untuk melakukan konfirmasi, Kapolsek Nongsa masih belum membalas pesan yang telah dikirimkan.(tribunbatam.id/dipanusantara)

 
 
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved