Rabu, 3 Juni 2026

Terjebak Banjir Setinggi Leher, Tanpa Pelampung, Pria Ini Evakuasi Istrinya yang Sedang Hamil Tua

Miftah langsung menceburkan diri dan berenang menuju rumahnya di tengah kondisi banjir setinggi lehernya untuk mengevakuasi istrinya yang sedang hamil

Tayang:
ISTIMEWA
Miftah mengevakuasi istrinya yang tengah hamil 8 bulan. Miftah menggendong istrinya menembus banjir Dayeuhkolot. 

TRIBUNBATAM.id, BANDUNG - Di tengah banjir yang lumayan parah, Miftah (29), warga RW 14, Kampung Bojongasih, Desa/Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, berjuang untuk mengevakuasi sang istri yang tengah hamil tua.

Peristiwa tersebut terjadi Selasa (9/4/2019) pagi sekitar pukul 09.00 WIB.

Dikutip dari Tribun Jabar (grup Tribunbatam.id), ketinggian air di Kampung Bojongasih masih sangat tinggi dari mulai lutut orang dewasa hingga bibir genting.

Peristiwa ini berawal saat sejumlah anggota TNI dibantu warga setempat hendak melakukan evakuasi warga yang masih terisolasi di rumahnya masing-masing akibat banjir hingga memerlukan bantuan evakuasi.

Proses evakuasi ini dipimpin langsung oleh Anggota Koramil 0908 Dayeuhkolot sekaligus Babinsa Desa Dayeuhkolot Serka Emil Sodikin.

Saat mulai bergerak mengevakuasi ada seorang warga bernama Miftah yang meminta bantuan untuk mengevakuasi keluarganya.

Salah satunya seorang ibu muda bernama Suryani (24) yang membutuhkan bantuan evakuasi karena dalam kondisi hamil tua 8 bulan.

BERITA PERSIB - Protes LIB Soal Draft Jadwal Liga1 2019, Umuh Muchtar: Jangan Seenaknya Atur Jadwal

Siswi SMP 14 Tahun Digilir 4 Pemuda, Setelah Tidak Sadarkan Diri, Motor Korban Dibawa Kabur Pelaku

Kepala Terpisah dari Badan, Ini Kronologi Kecelakaan Wanita Terjerat Sling Usai Jatuh dari Motor

VIRAL! Lihat Aksi Juri Masterchef Indonesia Renatta Moeloek Pangkas Rambutnya Sendiri Pakai Pisau

Menurut Miftah, istri, ibu mertua, dan adiknya masih bertahan di lantai dua rumahnya.

Miftah bersama Serka Emil dan anggota TNI lainnya serta Ketua RW 14 langsung menuju ke lokasi dengan menggunakan perahu karet.

Rumah Miftah berada di dalam pemukiman padat penduduk hingga harus melewati gang-gang kecil dan sempit.

Perahu karet hanya mampu sampai di depan gang rumahnya hingga Miftah harus turun menerjang banjir untuk menjemput sang istri dan keluarganya.

Miftah langsung menceburkan diri dan berenang menuju rumahnya di tengah kondisi banjir setinggi lehernya.

Evakuasi ibu hamil ini cukup dramatis, pasalnya dilakukan tanpa menggunakan pelampung atau pengaman lainnya.

Suryani dievakuasi dengan cara digendong di bagian belakang oleh Miftah menembus genangan banjir.

Suryani tampak berpegangan erat pada leher suaminya, sementara Miftah tampak hati-hati memimpin evakuasi istrinya tersebut sambil membawa sepasang sendal milik sang istri melewati banjir.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved