Kontroversi Film Sexy Killer Karena Kampanyekan Golput, Begini Respon Moeldoko
Film Sexy Killers kini ramai dipergunjingkan publik. Baru dua hari diunggah via Youtube, film ini sudah ditonton lebih dari 5 juta kali.
Kontroversi Film Sexy Killer Karena Kampanyekan Golput, Begini Respon Moeldoko
TRIBUNBATAM.id - Film Sexy Killers kini ramai dipergunjingkan publik. Baru dua hari diunggah via Youtube, film ini sudah ditonton lebih dari 5 juta kali.
Kini ada perdebatan, film tersebut menggiring opini publik untuk golput atau tidak memilih di Pilpres 2019 ini. Di beberapa tempat film tersebut sempat dilarang untuk diputar.
Konten film menyebut sejumlah tokoh yang ada di lingkaran kubu capres dan cawapres yang bertarung di Pilpres 2019.
• Sosok Bripda Vani Simbolon, Polwan Cantik yang Viral Saat Patroli ke TPS, Cewek Tomboy Penyuka Moge
• DETIK-DETIK Banjir Bandang Disertai Lumpur Hantam Nagari Situjuah Kabupaten 50 Sumbar
• Kisah Asmara Budi Hartanto dengan Aris Sugianto Dibalik Pembunuhan Mayat Tanpa Kepala Dalam Koper
Menyikapi ini Kepala Kantor Staf Presiden, Moeldoko menegaskan sejak awal Presiden Jokowi selalu mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilih.
Dia menegaskan pemilu telah mengeluarkan biaya yang banyak sehingga harus benar-benar dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk menentukan bangsa Indonesia lima tahun ke depan.
• 6 Khasiat Luar Biasa Buah Persik, Mampu Sembuhkan Kanker, Anemia hingga Kesehatan Jantung
• Ramadhan 2019 - Jaga Lambung Tetap Sehat, Hindari Makan Keju dan Coklat saat Sahur dan Berbuka
• Kumpulan Kata Bijak Ajakan Coblos Pilpres 2019, Cocok Dikirim Via Whatsapp, Instagram & Facebook
Pemerintah kata Moeldoko, mengeluarkan anggaran hingga Rp 25 triliun lebih untuk Pemilu 2019 baik Pilpres atau Pileg.
"Pemilu diselenggarakan dengan biaya sangat tinggi. Presiden juga selalu menganjurkan supaya tidak golput. Ini pendidikan politik agar masyarakat semakin melek demokrasi," ungkapnya, Selasa (16/4/2019) di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta.
Terakhir, Deputi V Kantor Staf Presiden Jaleswari menjelaskan penggunaan hak pilih, memilih atau golput sekalipun dari setiap warga negara dilindungi oleh Undang-Undang.
"Jadi sepanjang orang itu tidak ingin menggunakan haknya karena satu dan lain hal, silahkan saja. Hak kita dilindungi undang-undang untuk itu," imbuh Jaleswari. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Film Sexy Killers Kampanyekan Golput, Moeldoko Tetap Sarankan Warga Gunakan Suaranya, http://www.tribunnews.com/pilpres-2019/2019/04/17/film-sexy-killers-kampanyekan-golput-moeldoko-tetap-sarankan-warga-gunakan-suaranya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/sexy-killer.jpg)