Jumat, 1 Mei 2026

BATAM TERKINI

Jumlah Air di Dam Sei Harapan Makin Kritis, Apa Kata BP Batam?

Saat ini jumlah air di Dam Sei Harapan Batam semakin kritis dan akan dilakukan rationing air, apa kata BP Batam?

Tayang:
Penulis: Dewi Haryati |
ist
Dam Sei Harapan yang menjadi salah satu sumber air baku di Pulau Batam 

Air di Dam Sei Harapan Kritis, Apa Kata BP Batam?

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Ketersediaan air di Batam selama ini sangat tergantung dengan curah hujan yang turun.

Kepala Kantor Pengelolaan Air dan Limbah Badan Pengusahaan (BP) Batam, Binsar Tambunan mengaku kesulitan menjawab pertanyaan, langkah apa yang akan dilakukan BP Batam jika hujan tak turun dalam waktu dekat ini.

Sementara kondisi Dam Sei Harapan sudah berada pada titik kritis. Elevasi air di dam sudah berada pada angka minus 2,4.

Langkah penggiliran air (rationing) kepada sebanyak 18 ribu satuan sambungan pipa di wilayah Sekupang, terpaksa dilakukan.

Itu untuk memperpanjang usia ketersediaan air di dam tersebut, paling tidak 1 bulan ke depan.

"Apa yang akan kita lakukan kalau tak terjadi hujan. Ini pertanyaan yang sulit dijawab," kata Binsar mengawali penjelasannya kepada wartawan, baru-baru ini.

Untuk menyiasati kondisi itu, Binsar mengatakan, sebenarnya dari kapasitas 3.000 liter per detik, masih terdapat surplus air di Dam Duriangkang saat ini. Surplus air itu bisa digunakan untuk membantu ketersediaan air bagi pelanggan di wilayah Sekupang.

Setelah Lama Bercerai, Ahmad Dhani Menganggap Posisi Maia Estianty Tak Tergantikan, Begini Curhatnya

BNNP Kepri Musnahkan Sabu 4,5 Kg dan 918 Butir Ekstasi dari 7 Kasus

Drip Coffee & Creativity Batam Tawarkan Suasana Cafe Bertema Industrial

Tingkatkan Terus Kesiagaan dan Bangun Kedewasaan Demokrasi di Tengah Masyarakat

"Kita lagi berkoordinasi dengan ATB (Adhya Tirta Batam) untuk memperbesar kapasitas produksi di Mukakuning dan Piayu, dan memperbesar pompa supaya bisa menyuplai air ke Sei Harapan," ujarnya.

Di sisi lain, Binsar mengakui, hal ini juga menjadi persoalan sulit bagi ATB.

Lantaran pendistribusian air bersih di Batam sudah tersistem. Apabila distribusi air di suatu wilayah ditambah, pasti akan mempengaruhi daerah lainnya.

"Belum dilakukan rationing saja, wilayah di Tanjunguncang sering terganggu," kata Binsar.

Opsi lain yang mungkin akan dilakukan, yakni interkoneksi distribusi air antara Dam Duriangkang dan Dam Sei Ladi. Menurutnya, interkoneksi antar kedua dam itu, mestinya sudah handal.

"Tapi soal ini, belum bisa jawab. Masih koordinasi dengan ATB, sejauh mana Ladi dan Duriangkang bisa membantu Sei Harapan. Sebenarnya kita sudah interkoneksi. Tapi apabila Sei Harapan mati 230 liter per detik, tentunya akan berpengaruh ke dam lainnya," ujarnya.

Hal lain yang akan digesa BP Batam, yakni berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), untuk segera mematangkan rencana lelang dan rencana pengerukan sedimentasi di Dam Sei Harapan.

"Kita harapkan pengerukan sedimentasi 1 juta m3 ini bisa dilakukan dalam waktu dekat. Dan proses pengerukannya tak terlalu lama, sekitar 3 bulan. Syaratnya, amdal dan lainnya harus lengkap," kata Binsar, sembari mengingatkan masyarakat untuk tetap melakukan penghematan air. (tribunbatam.id/dewiharyati)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved