Real Count KPU
UPDATE Hasil Real Count KPU, Kamis (18/4) Jam 13.00 WIB dan Data Quick Count per Provinsi
Dari perhitungan yang belum mencapai 1%, pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Amin sementara unggul dari pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandi
Saat ini, situs tersebut sudah bisa diakses kembali, tetapi sangat lambat.
Diduga, terlalu banyak masyarakat yang mengakses situs tersebut.
Hasil hitung cepat
Berdasar pada hasil quick count berbagai lembaga survei tanah air, media tersebut melaporkan bahwa petahana Jokowi memimpin secara 'nyaman' dalam pertarungan merebut kursi RI 1 dengan rivalnya, Prabowo Subianto.
Hanya hitungan jam setelah waktu pemungutan suara ditutup, sejumlah lembaga survei merilis temuan hitung cepat atau quick count mereka. Hasilnya, sebagian besar lembaga survei menyatakan pasangan Jokowi-Maruf Amin unggul atas pasangan Prabowo-Sandiaga.
Hasil hitung cepat atau quick count bukanlah hasil akhir. Hasil dari metode tersebut hanya "menggambarkan" hasil penghitungan suara berdasarkan sampel di lapangan. Hasil akhir tetap berada pada penghitungan resmi KPU.
Pasangan calon presiden dan calon wakip rpesiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul sementara atas pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno berdasarkan hasil hitung cepat atau quick count 10 lembaga atas Pilpres 2019, Rabu (17/4/2019).
Di sisi lain, Prabowo Subianto pada Rabu malam mengklaim bahwa hasil real count internal BPN Prabowo-Sandi menunjukkan bahwa dirinya mengumpulkan 62 persen suarA dari 320 ribu suara yang masuk.
Dari hasil quick count internal, pihaknya juga unggul 55 persen.
Prabowo menuduh lembaga survei sengaja menggiring opini bahwa pasangan 01 sudah menang.
Berikut rangkuman hasil quick count 10 lembaga , dari berbagai sumber:


Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA saat mengumumkan hasil Quick Count.
(Tribunnews/Jeprima) (Tribunnews/JEPRIMA)
Bisa dipertanggungjawabkan

Keduanya dikeluarkan oleh lembaga survei.
Namun tak jarang hasil penghitungan cepat keduanya berbeda.
Melansir Intisari, Rabu (17/4/2019) ternyata ada perbedaan yang mendasar antara Exit Poll dan Quick Count.
Dasman Affandi, Senior Konsultan Cyrus Network, menuturkan bahwa exit poll merupakan "Hasil survei yang dilakukan dengan cara bertanya langsung pada para orang-orang yang baru saja memberikan suaranya di Tempat Pemungutan Suara (TPS)."
Pertanyaan yang diajukan kepada para pemilih beragam.
Mulai dari pasangan Capres-Cawapres yang dipilih.
Hingga usia, agama, pendidikan, pekerjaan para pemilih bahkan pendapatan juga sering ditanyai.
Tentu tujuan utama dilakukannya exit poll untuk memperoleh data demogafi pemilih.
Diperolehnya data demografi ini amat penting demi mengetahui pasangan Capres-Cawapres mana yang lebih banyak dipilih oleh masyarakat baik dari segi usia, jenis kelamin, pendidikan, atau pekerjaan.
Sedangkan quick count diperoleh dengan menghitung hasil penghitungan suara di beberapa TPS.
Sample dari Quick Count merupakan jumlah suara faktual saat itu juga di TPS.
Terkadang hasil Quick Count tak akan jauh meleset dengan penghitungan KPU alias margin of errornya hanya 1-2 persen.
Hingga pukul 21.35 WIB, Litbang Kompas menempatkan perolehan suara Jokowi-Maruf Amin sebesar 54,37 persen. Sedangkan Prabowo-Sandiaga sebesar 45,49 persen.