Breaking News:

LIVE FACEBOOK Saat Bantai & Makan Otak Monyet Karena Ingin Pintar, Begini Nasib 3 Pria di Vietnam

Setelah terbukti melakukan pembantaian dan makan otak monyet dengan jenis yang dilindungi, 3 orang warga Vietnam akhirnya dijatuhi hukuman penjara.

WILDLIFE RESERVES SINGAPORE via Straits Times
Inilah langur kaki merah. Spesies monyet langka di Vietnam. 

TRIBUNBATAM.id - Setelah terbukti melakukan pembantaian dan makan otak monyet dengan jenis yang dilindungi, 3 orang warga Vietnam akhirnya dijatuhi hukuman penjara.

Ketiganya dihukum karena membunuh dan mengkonsumsi satwa dilindungi yang terancam punah.

Phan Van Hoi (33) dan Thai Dinh Quy (58) dijatuhi hukuman satu tahun penjara.

Sementara Thai Kim Hong (51) divonis 15 bulan penjara di Pengadilan Distrik Huong Khe. 

Dilaporkan DPA via Straits Times, Jumat (19/4/2019), mereka terbukti melanggar peraturan perlindungan terhadap hewan liar yang langka dan berharga, demikian laporan media lokal Vnexpress.

Sementara tiga orang lainnya; Phan Trong Son (45), Thai Vinh Quang (59), dan Thai Van Sang (41) masing-masing menerima hukuman percobaan satu tahun penjara.

Kasusnya dimulai pada November 2018 ketika Hoi menyiarkan secara langsung tayangan sekelompok orang membunuh monyet yang dibeli Hong dari Son, dan memakan otaknya secara mentah-mentah.

Tak Bayar Utang, Pemerintah China Bekukan Pembelian Tiket Pesawat dan Kereta Api 26 Juta Orang

Grace Natalie Akui Kekalahan PSI saat Pileg 2019, Ini Pesan Untuk Para Pendukungnya

Viral Polisi Tidur di Paha TNI saat Jaga Kotak Suara, Ustadz Yusuf Mansur : Allah yang Membalas

Harga HP Smartphone Terbaru Samsung Galaxy A70 Rp 5,3 Juta, Sudah Bisa Dipesan & Cek Spesifikasinya

Awas! Urin Berbusa Bisa Menjadi Tanda 4 Penyakit Serius Ini

Adapun Son seperti diwartakan AFP via Jakarta Post membeli monyet tersebut dari seorang pemburu seharga 49 dollar Amerika Serikat (AS), atau Rp 688.000.

Sejumlah masyarakat di Vietnam meyakini, memakan otak binatang secara mentah-mentah bisa meningkatkan kemampuan intelijensi mereka.

Video itu pun jari viral di Facebook dan media lokal. Tayangan tersebut oleh mereka langsung dihapus.

Halaman
12
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved