PEMILU 2019

Ketua PWI Minta Media Massa Menahan Diri Dalam Pemberitaan Sensasional Hasil Pilpres 2019

"Kami juga meminta Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP) proaktif mengawasi kinerja penyelenggara pemilu, mulai dari tingkat pusat samp

Ketua PWI Minta Media Massa Menahan Diri Dalam Pemberitaan Sensasional Hasil Pilpres 2019
TRIBUNBATAM.id
Ketua Umum Pesatuan Wartawan Indonesia (PWI) Atal Sembiring Depari 

TRIBUNBATAM.id - Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)  Atal Sembiring Depari menegaskan, sebenarnya sebelum perhitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU) selesai, belum ada yang terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024. 

Untuk itu Atal mengimbau semua pihak, termasuk media massa, untuk bersabar dan tidak memperkeruh suasana yang menjadikan persatuan  Indonesia jadi rentan.

Kepada wartawan Atal yang juga merupakan pemimpin redaksi Suara Karya mengimbau tim sukses  kedua paslon mengawasi jalannya rekapitulasi perhitungan suara mulai dari tempat pemungutan suara (TPS), Desa/Kulurahan, Kecamatan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) di daerah hingga KPU Pusat.

"Kami juga mengimbau media mengawasi perhitungan suara, pengawalan kertas suara, dan proses pembuatan berita acara," kata Atal. 

Real Count KPU Senin (22/4/2019) Pukul 06.00 WIB Jokowi-Maruf 54,6 Persen Prabowo-Sandi 45,3 Persen

Hasil Real Count KPU Pilpres 2019, Senin 22 April Pukul 03.30 WIB, Perolehan Suara Jokowi & Prabowo

Dipicu Beda Pilihan Caleg, Pria Bersaudara Ini Adu Senjata Tajam, Satu Alami Luka Robek  

Kecewa Warganya Tak Pilih Jokowi, Bupati Mandailing Natal Ajukan Pengunduran Diri

Yang lebih penting dari semua itu, menurut Atal, media massa sebaiknya menahan diri dalam pemberitaan sensasional.

“Sebaiknya media tidak ikut memprovokasi massa,” kata Atal.

Atal menyayangkan polemik seputar tudingan sekelompok orang bahwa kelompok lain tidak konstitusional (inkonstitusional) karena mendasarkan pada perhitungan data yang mereka lakukan sendiri.

Padahal, kata Atal, perhitungan cepat pun pada dasarnya tak bisa dikatakan sebagai pilihan konstitusional.

“Yang benar-benar konstitusional itu tentu saja perhitungan riil (real count) yang dilakukan KPU. Jadi, sebaiknya memang semua pihak bersabar dan menahan diri sampai KPU selesai menghitung dan mengumumkan hasil riil Pilpres dan Pileg. Dan, KPU sendiri juga harus lebih cepat mengentri data. Masak sudah hari kelima yang dientri baru di bawah 10 persen,” kata dia.  

Senada dengan Atal, Ketua Dewan Pakar Masyarakat dan Pers Pemantau Pemilu (Mappilu-PWI) Ferry Kurnia Rizkiyansyah mengimbau masyarakat dan organisasi pemantau pemilu terus mengawasi semua tahapan rekapitulasi perhitungan suara, baik Pilpres maupun Pileg.

Halaman
12
Penulis: Zabur Anjasfianto
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved