Ini Beda Vaksinasi dengan Imunisasi, Ayo Simak Penjelasannya
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), vaksinasi adalah "alat" yang diberikan untuk merangsang sistem kekebalan tubuh supaya kebal
Nah, selanjutnya imunisasi diberikan supaya antibodi yang telah terbentuk semakin kuat, sehingga kebal terhadap serangan penyakit.
• Hasil Akhir Liga Inggirs Manchester United vs Manchester City, Lengserkan Liverpool dari Puncak
• Mahfud MD Tinjau Proses Input Data di KPU, Pastikan Kekeliruan Hanya 0,0004 Persen
• Real Count KPU Pilpres 2019 Kamis (25/4/2019) Pukul 04.00 WIB, Perolehan Suara Jokowi & Prabowo
• Kalahkan Valencia, Atletico Madrid Tunda Pesta Juara Barcelona di Liga Spanyol
Pentingnya Vaksinasi dan Imunisasi
Seperti yang sudah Anda ketahui, imunisasi dan vaksinasi sama-sama bertujuan untuk mencegah infeksi virus serta penyebaranya ke orang-orang.
Itu sebabnya, kedua hal ini penting untuk diberikan bahkan sejak bayi baru lahir.
Bahkan vaksinasi dan imunisasi mampu memberikan perlindungan kepada semua orang, tak terkecuali orang-orang yang belum divaksin.
Pasalnya, menurut Very Well Family, jika banyak orang yang kebal terhadap suatu penyakit karena sudah mendapat vaksinasi atau imunisasi, maka virus akan semakin sulit menyebar dan berkembang.
Saat ini kedua cara tersebut memang diandalkan untuk mencegah segala penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus.
Imunisasi dan vaksinasi telah terbukti menurunkan kejadian penyakit infeksi seperti campak, tetanus, gondongan, cacar, difteri, polio, hepatitis, HPV, dan lain sebagainya.
Beberapa vaksin penyakit hanya perlu diberikan sekali, tapi harus tetap disertai dengan imunisasi sebagai "penguat" guna mempertahankan keberhasilan perlindungan terhadap penyakit.
Selalu Efektif?
Meski begitu, pada beberapa kasus kerja vaksinasi dan imunisasi belum 100 persen efektif dalam pencegahan penyakit. Menurut CDC, keberhasilan imunisasi pada anak bisa berbeda-beda yakni sebesar 90-100 persen tergantung kondisinya.
Bila suatu imunisasi atau vaksinasi tak berhasil 100 persen dalam mencegah penyakit, maka tubuh masih mungkin terserang virus tersebut.
Namun, gejala penyakit yang dialami tentu akan jauh lebih ringan ketimbang dengan anak yang tak mendapatkan vaksin dan imunisasi sama sekali.
Efek Samping