Moeldoko Minta Polisi Cari 'Otak' Dibalik Massa Berbaju Hitam-hitam saat Perayaan May Day di Bandung

Moeldoko Minta Polisi Cari 'Otak' Dibalik Massa Berbaju Hitam-hitam saat Perayaan May Day di Bandung

KOMPAS.com/Fabian Januarius Kuwado
Moeldoko Minta Polisi Cari 'Otak' Dibalik Massa Berbaju Hitam-hitam saat Perayaan May Day di Bandung 

Ia mengatakan, alasan pemindahan massa ke Mako Brimob agar tempat pemeriksaannya mendukung karena mereka akan diperiksa di Aula Mako Brimob Polda Jabar.

Tak Kuat Nanjak, Bus Berpenumpang 35 Terguling, 1 Tewas & 17 Orang Luka-luka

VIDEO Polisi Halau Ratusan Massa Berbaju Hitam-hitam saat Perayaan May Day di Bandung

Hasil Akhir Barcelona vs Liverpool Semifinal Liga Champions, Barcelona Menang Telak atas The Reds

Jadwal Imsakiyah 2019 atau Ramadhan 2019 Lengkap Seluruh WIlayah Indonesia, Bisa Download Gratis!

"Mereka dibawa ke tempat lebih humanis lah, tidak kehujanan tidak kedinginan. Nanti ada 100 penyidik yang akan memeriksa mereka," ujar dia.

Pemeriksaan terhadap mereka dilakukan untuk mendalami sejauh mana peran mereka dalam sejumlah pelanggaran seperti merusak fasilitas umum hingga corat - coret.

"Pidananya soal perusakan fasilitas umum, fasilitas warga dan corat-coret dinding, kendaraan hingga rumah warga. Termasuk mana yang provokator dan mana yang hanya ikut-ikutan serta yang mengerahkan," ujar dia.

Kelompok ini sendiri sudah tidak asing karena setiap tahun di peringatan May Day, mereka selalu hadir dan selalu mencorat-coret fasilitas umum dengan cat semprot.

Bentuk tulisannya selalu saja simbol huruf A dalam lingkaran. Lantas, siapa mereka?

"Masih didalami, tahun lalu ada, corat-coret juga. Tapi tahun lalu massanya sedikit dan tahun ini lebih banyak," ujar dia.

Dengan melihat gerakan massa yang identik dengan pakaian hitam-hitam ini, mencoreti dinding dan fasilitas umum dengan tulisan huruf A dalam lingkaran, ‎setidaknya ada keterangan yang berkaitan dengan pergerakan mereka.

Lantas, apa maksud dari huruf A dalam lingkaran tersebut.

Umumnya, logo tersebut identik dengan pergerakan kelompok anarki. ‎

Dikutip dari buku Franz Magnis Suseno dalam buku berjudul Sosialisme Utopis ke Perselisihan Revisionisme, tokoh utama dari gerakan anarki ini adalah Mikhail Bakunin pada medio 1814-1876, dia adalah bangsawan Rusia yang sebagian besar hidupnya tinggal di Eropa Barat.

Bakunin ikut serta dalam pelbagai pemberontakan di Eropa dan memimpin kelompok anarkis internasional dan sering terlibat pertengkaran hebat dengan Karl Marx, tokoh dari ajaran Marxisme. Sejak Bakunin, anarki kerap disamakan dengan tindakan kekerasan.

Dalam pandangan politiknya, anarki menolak segala bentuk negara dalam arti lembaga pusat masyarakat dengan wewenang dan kemampuan untuk memaksakan ketaatan masyarakat pada aturan. Franz Magnis menulis dalam buku itu, cita-cita anarkisme adalah anarkhia, sebuah keadaan tanpa kekuasaan pemaksa.

"Apakah mereka kelompok anarki yang punya pandangan politik tertentu atau bagaimana dan apa maksud dress code hitam dan merah ini, sedang kami dalami," ujar Trunoyudo Wisnu Andiko. (Tribun Jabar/Mega Nugraha)

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Aksi Massa Berbaju Hitam-hitam Usik Staf Kepresidenan, Moeldoko Minta Polisi Cari Otak Kelompok Itu

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved