BATAM TERKINI
Antisipasi Virus Cacar Monyet Dari Singapura, Kini Masuk Wilayah Batam Harus Lewati Thermal Detector
Kasus cacar monyet atau virus monkeypox yang ditemukan di Singapura dikhawatirkan masuk ke Indonesia melalui manusia.
Penulis: Eko Setiawan |
Di pintu kedatangan pelabuhan Feri Internasional Tanjungbalai Karimun, petugas memasang alat pendeteksi suhu tubuh.
"Setiap penumpang Singapura yang masuk kita lakukan pemeriksaan suhu tubuh. Jika terinfeksi langsung dilakukan pemeriksaan khusus," kata Kepala Kantor Kesehatan Kelas II Tanjungbalai Karimun, Bakhtiar Agus Wijaya.
Dikatakan, pemeriksaan sejak Jumat lalu tidak ditemukan temuan penumpang yang terindikasi menderita Monkeypox.
"Meski tidak kita temukan adanya penumpang yang terjangkit virus tersebut, kita tetap bersiaga," ujar Bakhtiar.
Dokter KKP Kelas II Tanjungbalai Karimun, dr Famelia mengatakan, ciri-ciri terjangkit virus cacar monyet antara lain demam, sakit kepala, nyeri-nyeri otot, dan mengalami kelenjar getah bening.
"Untuk masa inkubasinya atau gejala penyakitnya mulai kelihatan lima sampai 20 hari setelah terinfeksi virus cacar monyet tersebut dan apabila terinfeksi maka akan dilakukan penanganan khusus di rumah sakit," kata Famelia.
Ditambahkannya, untuk penyembuhannya diperlukan sekitar dua minggu dengan daya tahan tubuh yang kuat. Akan tetapi juga dapat berakibat fatal jika daya tahan tubuh dari manusia itu sendiri lemah.
"Kalau daya tahan tubuh lemah virus tersebut dengan sangat mudah masuk dan bisa menyebabkan gagal ginjal hingga kematian," terangnya.
Seperti diberitakan, Kementerian Kesehatan telah mengkonfirmasi satu kasus impor infeksi virus cacar monyet di Singapura. Munculnya kasus itu, membuat Departemen Kesehatan Singapura (MOH) langsung sibuk memburu orang-orang yang pernah kontrak dengan pria tersebut.
Pemerintah Singapura mengkarantina 23 orang selama 21 hari untuk mengetahui, apakah mereka juga terpapar virus tersebut.
Pasien yang diserangcacar monyet ini adalah seorang warga negara Nigeria yang datang di penghujung bulan lalu untuk mengikuti workshop atau lokakarya di Singapura.
Sebelum datang ke Singapura, pria itu menghadiri pesta pernikahan di Nigeria. Ia mungkin telah mengkonsumsi "daging semak" (daging yang berasal dari hasil buruan hewan liar) yang kemungkinan menjadi pemicu penularan virus monkeypox.
Daging semak adalah sumber protein yang populer di beberapa bagian Afrika dan tergolong daging yang mahal dan mewah, berasal dari berbagai hewan liar yang diburu, termasuk jenis primata (spesies monyet).
Dalam dua hari berikutnya, dia menghadiri workshop di Samsung Hub di Church Street, di Central Business District.
Pada 30 April, ia mengalami demam, sakit otot, kedinginan, dan ruam kulit. Antara 1 dan 7 Mei, lelaki itu melaporkan bahwa dia sering tinggal di kamar hotelnya.