Jadi Tersangka Dugaan Makar, Eggi Sudjana Sebut Jokowi Bisa Perintahkan Kapolri Tidak Tahan Eggi

Tersangka dugaan makar Eggi Sudjana menuturkan Presiden Jokowi bisa memerintahkan Kapolri untuk tidak menahan dirinya.

Jadi Tersangka Dugaan Makar, Eggi Sudjana Sebut Jokowi Bisa Perintahkan Kapolri Tidak Tahan Eggi
Danang Triatmojo
Jurkamnas Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Eggi Sudjana. Eggi Sudjana baru saja ditetapkan polisi sebagai tersangka kasus makar. ia jadi pengacara Rizieq Shihab hingga pernah maju di Pilkada Jatim. 

TRIBUNBATAM.id - Tersangka dugaan makar Eggi Sudjana menuturkan Presiden Jokowi bisa memerintahkan Kapolri untuk tidak menahan dirinya.

"Terkait saya, Jokowi bisa perintahkan kepada Kapolri untuk tidak menahan saya. Itu kalau dia berdemokrasi dengan baik," kata Eggi Sudjana sesaat sebelum menjalani pemeriksaan di Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Senin (13/5/2019).

"Jadi jangan pakai alasan itu tidak boleh karena intervensi. Anda jangan lupa, Anda itu pemimpin di negeri ini," ujarnya.

"Anda itu pimpinan Kapolri, TNI, dan semua angkatan perang. Semua bisa diperintah, jadi intervensi itu enggak ada. Itu adalah instruksi," sambung Eggi Sudjana.

Eggi Sudjana menuturkan, ia mau melihat sampai di mana profesionalitas polisi dalam menangani kasusnya.

"Kita minta bapak polisi objektif, karena anda sudah mengklaim profesional, modern, dan terpercaya. Jadi janganlah mengingkari jargonnya sendiri. Saya mau lihat nanti profesionalitasnya sampai di mana," tutur Eggi Sudjana.

Eggi Sudjana & Kivlan Zen Tersangkut Dugaan Makar, Mahfud MD Sebut 3 Kategori Makar, Apa Saja?

UPDATE Real Count KPU Pilpres 2019 Selasa 14 Mei Jam 07.00 WIB, Ini Jumlah Suara Jokowi & Prabowo

Ia berharap, pemeriksaan atas dirinya berjalan lancar.

"Tapi kalau hari ini enggak ditahan, ya alhamdulilah. Kalau ditahan ya ini berarti kriminalisasi terjadi, artinya polisi tidak profesional, tidak modern dan tidak terpercaya," ucapnya.

Eggi Sudjana menjelaskan, dalam kasus ini sebelumnya ia sudah dimintai klarifikasi.

"Kalau minta klarifikasi, saya sudah kasih klarifikasi dan diperiksa 13 jam. Sebagai saksi tidak perlu berpendapat. Oleh karena itu klarifikasi apa lagi yang diminta? Tapi ternyata sekarang jadi tersangka," papar Eggi Sudjana.

"Kalau jadi tersangka ini serius dan kita sudah lakukan praperadilan," katanya.

Eggi Sudjana menuturkan, dirinya memutuskan memenuhi panggilan penyidik, karena selain sebagai aktivis, ia juga merupakan advokat yang memahami bahwa panggilan polisi itu tidak boleh dihindari.

Sandiaga Uno Dipanggil Mendadak Oleh Prabowo Pada Senin (13/5) Malam, Ada Apa?

HARI INI Selasa (14/5) BPN Prabowo-Sandiaga Gelar Acara Ungkap Fakta-fakta Kecurangan Pilpres 2019

"Pertimbangan saya hadir karena khususnya dalam konteks saya sebagai aktivis dan advokat, saya mengerti hukum," jelasnya.

"Maka panggilan polisi itu tidak boleh dihindari. Apa pun ceritanya harus dihadapi. Beda dengan tokoh elite lain, yang dipanggil polisi pada kabur, sehingga mobilnya nabrak dan kepalanya benjol segeda bakpao," beber Eggi Sudjana.

Halaman
123
Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved