PILPRES 2019

Soal Hasil Pengumuman Pilpres 2019, Jokowi: Kalah Itu Pasti Enggak Puas, tapi Jangan Aneh-aneh Lah

Capres Jokowi memandang hal biasa jika ada pihak yang tidak puas setelah pengumuman hasil Pilpres 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Soal Hasil Pengumuman Pilpres 2019, Jokowi: Kalah Itu Pasti Enggak Puas, tapi Jangan Aneh-aneh Lah
Instagram/@jokowi
Joko Widodo (Jokowi) saat Kampanye Akbar di Solo, Selasa (9/4/2019). 

TRIBUNBATAM.id - Capres Jokowi memandang hal biasa jika ada pihak yang tidak puas setelah pengumuman hasil Pilpres 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

KPU akan mengumumkan hasil Pilpres 2019 dan Pemilu 2019 pada Rabu, 22 Mei 2019.

Jelang pengumuman hasil Pilpres 2019 pada 22 Mei 2019, muncul seruan people power

Jokowi memandang wajar jika ada pihak yang merasa tidak puas. 

"Yang namanya kalah ya mesti tidak puas. Enggak ada kalah yang itu puas, enggak ada. Kalah itu pasti enggak puas," ujar Jokowi seusai buka puasa bersama Partai Golkar di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (19/5/2019).

Menurut Jokowi, jika merasa tidak puas karena dinilai ada kecurangan dalam Pemilu 2019, maka sebaiknya menempuh jalur yang telah ditentukan, yaitu Bawaslu dan Mahkamah Konstitusi (MK).

Kabar Hoax Ustadz Arifin Ilham Meninggal Sudah 4 Kali Sejak Sakit, Ustadz Yusuf Mansur Beri Bantahan

Pesan Kebangsaan BJ Habibie Jelang Pengumuman Pemenang Pilpres 22 Mei 2019, Perlukah People Power?

Seruan People Power pada 22 Mei 2019, Ini Tanggapan Mantan BIN Jenderal (Purn) AM Hendropriyono

 "Ini kan mekanisme menurut konstitusi, mekanisme yang sudah disepakati bersama-sama di DPR, semua fraksi ada semua, semua partai ada, jangan aneh-aneh lah," kata Jokowi.

"Harusnya mekanisme konstitusional itu yang diikuti, jangan anulah, ini kita membuat sebuah fondasi dalam kita berdemokrasi harus diikuti," sambung Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun menyampaikan, Indonesia tidak hanya satu atau dua kali menyelenggarakan Pemilu, dan pada 17 April 2019, masyarakat telah menentukan pilihannya dalam bilik suara.

"Rakyat sudah berkehendak, sudah memutuskan. Setelah itu ada proses, proses perhitungan, prosesnya itu semua diikuti," ucapnya.

"Karena semua proses demokrasi seperti itu kalau sudah dihitung oleh KPU, yang menang sudah ditetapkan. Itulah keputusan dari penyelenggara pemilu, yaitu KPU," tutur Jokowi.

Halaman
1234
Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved