AKSI 22 MEI 2019
Kapolri: Provokator Mengaku Dibayar Rp 6 Juta. Dalang Kerusuhan Sudah Diketahui
Yang diamankan ini kami lihat, termasuk di depan Bawaslu, ditemukan amplop berisikan uang totalnya hampir Rp 6 juta, yang terpisah amplop-amplopnya
Tito mengatakan massa tersebut melempari polisi dengan benda berbahaya seperti batu besar, conblock, petasan, dan bahkan bom molotov.
Langkah pertama yang dilakukan polisi untuk merespons tindakan itu adalah defensif bertahan. Polisi mendorong massa agar segera bubar.
Konsentrasi massa akhirnya tersebar ke Tanah Abang dan Kebon Kacang. Pada saat itu, polisi akhirnya menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa.
"Situasi ini berlanjut sampai pukul 03.00 WIB atau 04.00 WIB. Di tempat lain, rupanya ada kelompok lain yaitu di Petamburan. Petamburan ini ada kelompok anak muda yang menyerang asrama polisi di pinggir jalan sana," kata Tito.
Kelompok anak muda yang disebut Tito membakar kendaraan yang ada di depan asrama tersebut. Setidaknya ada 25 kendaraan yang dibakar.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kapolri: Provokator Mengaku Dibayar, Total Uang Rp 6 Juta",