Menkominfo Jelaskan Alasan Batasi Penggunaan Media Sosial Sementara: SMS Tidak Ada Masalah

Terkait Aksi 22 Mei yang rusuh pada Rabu dinihari tadi, pemerintah melakukan pembatasan penggunaan media sosial

Editor: Mairi Nandarson
Istimewa
Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Rudiantara 

Sebuah pesan berantai menyampaikan hoaks soal imbauah dari polisi agar warga menghindari tujuh tempat keramaian, termasuk Sun Plaza, Medan Mal, Ramayana, dan Matahari.

Lantaran banyaknya hoaks yang beredar, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengimbau masyarakat agar menyaring informasi di media sosial sebelum disebarkan.

“Jangan mudah percara informasi di media sosial. Disaring dulu sebelum di-sharing,” ujar Argo dalam sebuah tayangan langsung yang dsiarkan oleh KompasTV hari ini.

Argo memastikan kondisi kemanan di wilayah Jakarta aman dan kondusif sehingga masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa.

“Masyarakat tidak perlu khawatir. Silakan beraktivitas seperti baisa. Hanya di Jalan KS Tubun belum bisa dilali karena masih ada sisa-sisa aksi (kericuhan),” kata Argo.

Terjadi sejak Rabu pagi

Sejumlah pengguna mengeluhkan masalah ini mulai dirasakan pada Rabu pagi.

Di platform Whatsapp, kebanyakan pengguna mengeluh tidak bisa mengirim gambar dan mengunduhnya.

Keluhan utamanya berasal dari layanan WhatsApp via desktop. Pengguna juga mengeluhkan situs https://web.whatsapp.com/ yang gagal dimuat.

Pengguna WhatsApp juga mengeluhkan tidak bisa mengirim pesan apapun via mobile.

Sementara pengguna Instagram mengeluh tidak bisa memuat ulang linimasanya.

Dari pantauan KompasTekno melalui situs Down Detector, WhatsApp eror terjadi hampir merata di Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, serta beberapa kota di Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved