Bertemu Personel Yang Disebut Brimob China, Penyebar Hoaks Brimob China, "Saya Khilaf,Pak"

Pelaku menyebarkan hoaks tersebut ke 3-4 grup di aplikasi pesan instan WhatsApp

Bertemu Personel Yang Disebut Brimob China, Penyebar Hoaks Brimob China,
KOMPAS.com/Devina Halim
Penyebar berita bohong perihal adanya personel Brimob dari China berinisial SDA saat dihadirkan di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (24/5/2019) 

TRIBUNBATAM.id - Penyebar hoaks personel Brimob China ikut amankan demontrasi pengunguman Pilpres 2019 mengaku menyesal.

Pelaku berinisial SDA, diringkus pada Kamis (23/5/2019) pukul 16.30 WIB di daerah Bekasi, Jawa Barat.

Ia mengaku  menerima berita tentang personil brimob China juga dari orang lain.

Pembuat Hoaks Brimob China Terciduk, Lesu Saat Dibawa ke Kantor Polisi

Protes Tindakan Kekerasaan Aparat di Aksi Massa di Jakarta, HMI Tanjungpinang Gelar Demo

Niat Doa Sesudah Sholat Tarawih, Beserta Niat Sholat Tarawih dan Sholat Witir

Download MP3 Lagu Alan Walker, Lily, On My Way, Darkside di Android dan iPhone

"Jadi saya menerima berita tersebut itu dari seseorang, artinya itu bukan kreasi saya, tapi saya terus terang khilaf sehingga saya ikut menyebarkan berita tersebut," ungkap SDA saat dihadirkan di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (24/5/2019) seperti dikutip dari Kompas.com.

SDA tampak mengenakan pakaian tahanan berwarna oranye dan menggunakan masker yang menutupi sebagian mukanya.

"Pada kesempatan ini saya mohon maaf pada semua pihak terutama kepolisian bahwa ternyata saya tidak cermat dalam memanfaatkan sosial media yang ada," tutur dia.

Menurut keterangan polisi, pelaku menyebarkan hoaks tersebut ke 3-4 grup di aplikasi pesan instan WhatsApp. Aparat mengatakan, foto yang digunakan pelaku adalah swafoto seseorang di lokasi kejadian dengan para anggota.

SDA dijerat dengan Pasal 45 Ayat 2 jo Pasal 28 Ayat 2 Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Kemudian, Pasal 16 jo Pasal 4 huruf b (1) UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan Pasal 16 Ayat 1 dan Ayat 2 dan Pasal 15 Ayat 1 UU Nomor 1 Tahun 1996 tentang Peraturan Hukum Pidana. Ancaman hukuman maksimal untuk pelaku adalah enam tahun penjara.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penyebar Hoaks Ada Brimob dari China Minta Maaf"

Editor: Aminudin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved